- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Featured Post
Jelang akhir tahun 2025, pasukan Rusia klaim merebut Artemivka dan Stepnohirsk, Ukraina lakukan serangan balik
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

KABAR CIREBON - Kantor berita Rusia mengutip pejabat Kremlin menyebutkan, pasukan Moskow merebut Kota Myrnohrad, Rodynske, dan Artemivka di wilayah Donetsk Ukraina.
Kutipan lain di Telegram mengungkapkan, Komandan pasukan Rusia melaporkan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa prajurit Kremlin mulai mengendalikan Kota Huliaipole dan Stepnohirsk di wilayah Zaporizhia.
Di penghujung tahun 2025, pasukan Rusia terus berupaya memperluas kendali wilayah di sejumlah kota dengan melakukan pembersihan terhadap tentara Ukraina.
Namun, militer Ukraina mengatakan dalam pembaruan medan perang harian mereka bahwa tentara Kiev telah memukul mundur upaya Rusia untuk maju di sekitar Myrnohrad dan Huliaipole.
Serangan balik tentara Ukraina membuat pasukan Rusia mengambil langkah mundur. Hal itu membuat sejumlah wilayah menjadi zona abu-abu, di mana pasukan Rusia dan tentara Ukraina memiliki kekuatan yang sama.
Sementara itu, militer Rusia masih melanjutkan serangan udara dengan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan langsung ke Kiev, ibu kota Ukraina.
Setidaknya dua orang tewas di Kiev, dan wilayah sekitarnya, setelah pasukan Rusia melancarkan serangan besar-besaran dengan ratusan rudal dan drone.
Serangan Rusia terjadi menjelang pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyusun rencana mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Serangan itu juga melukai setidaknya 46 orang, termasuk dua anak, menurut pejabat Ukraina.
Zelensky yang sedang dalam perjalanan untuk bertemu Trump di Florida, mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan hampir 500 drone dan 40 rudal, menargetkan infrastruktur energi dan sipil.
Operator jaringan listrik negara Ukraina, Ukrenergo, mengatakan bahwa fasilitas energi di seluruh Ukraina terkena serangan, dan pemadaman listrik darurat telah diterapkan di seluruh ibu kota.
DTEK, perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, mengatakan serangan itu telah menyebabkan lebih dari satu juta rumah tangga di dalam dan sekitar Kiev tanpa listrik.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksii Kuleba mengatakan bahwa lebih dari 40 persen bangunan tempat tinggal di Kiev tidak memiliki pemanas, karena suhu berkisar sekitar 0 derajat Celcius (32 derajat Fahrenheit) setelah serangan tersebut.***
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar