Didatangi DC Kredivo, disuruh jual barang rumah: ini hak nasabah yang wajib kamu tahu
KABAR SLEMAN - Kedatangan debt collector (DC) pinjaman online atau pinjol ke rumah nasabah kembali jadi sorotan. Kali ini, seorang nasabah Kredivo mengaku didatangi DC yang datang dengan sikap awal sopan, namun kemudian meminta agar barang-barang di rumah dijual untuk menutup tunggakan utang. Cerita ini dibagikan langsung oleh korban yang kemudian disampaikan kembali oleh Advokat/Pengacara & Konsultan Hukum, sekaligus konten kreator, Jamal SH, dalam kanal YouTube-nya.
Awalnya, DC datang baik-baik dan diizinkan masuk untuk berbincang. Namun suasana berubah ketika DC menyarankan agar barang-barang rumah dilepas, bahkan menyuruh meminjam uang ke tetangga. Saat nasabah mengaku benar-benar tak punya uang, DC memberi tenggat waktu tiga hari.
Masalah makin pelik ketika nasabah meminta identitas. DC justru bersikap nyolot dan menolak menunjukkan kartu identitas dengan alasan privasi. Nasabah malah diarahkan untuk menelepon atasan si DC.
“Jujur saya sudah enggak sanggup bayar. Kalau datang lagi saya harus gimana?” ujar Jamal meniru keluhan korban.
Kasus ini membuka mata banyak orang bahwa masih banyak nasabah yang belum paham haknya saat berhadapan dengan DC lapangan. Padahal, penagihan pinjaman online diatur ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Saat didatangi DC, hal pertama yang wajib dilakukan adalah menanyakan identitas secara lengkap. Mulai dari ID card, KTP, hingga surat tugas resmi. Surat tugas ini harus mencantumkan identitas penagih, pemberi tugas, nama nasabah, alamat, serta nilai tunggakan. Tanpa itu semua, nasabah berhak menolak penagihan.
Selain itu, DC juga wajib memiliki sertifikasi profesi penagihan. Sertifikat ini adalah bukti legal bahwa mereka memang berizin melakukan penagihan. Jika DC mengaku dari pihak ketiga, maka surat kuasa dan perjanjian kerja sama dengan Kredivo juga wajib ditunjukkan.
Nasabah juga perlu tahu, DC tidak berhak menyuruh menjual barang, apalagi memaksa atau mengintimidasi. Jika penagihan dilakukan dengan cara arogan, marah-marah, atau intimidatif, nasabah berhak menolak dan bahkan merekam sebagai bukti.
Namun, jika DC datang dengan sopan, sikap nasabah juga sebaiknya tetap santun. Menjaga komunikasi tetap baik bukan berarti menyerah pada tekanan. Ingat, ini soal ketidakmampuan membayar, bukan tidak mau membayar.
“Gagal bayar karena kondisi keuangan terganggu itu berbeda dengan sengaja tidak mau bayar,” tegasnya.
Edukasi dan pemahaman inilah yang penting agar nasabah tidak merasa sendirian dan tertekan di rumahnya sendiri.***
Posting Komentar untuk "Didatangi DC Kredivo, disuruh jual barang rumah: ini hak nasabah yang wajib kamu tahu"
Posting Komentar