Featured Post

Portugal Juara Piala Dunia U17 2025,Negaranya Cristiano Ronaldo Akhirnya Pecah Telur

Ringkasan Berita:
  • Sepak bola Portugal akhirnya mengukir sejarah dengan menjuarai Piala Dunia U17 untuk pertama kalinya.
  • Kemenangan tipis atas Austria di final Piala Dunia U17 2025, Kamis (27/11/2025) mengunci gelar bagi mereka.
  • Negara asal Cristiano Ronaldo itupun akhirnya pecah telur bisa memenangkan gelar perdana turnamen ini.
 

menggapaiasa.com - Sepak bola Portugal akhirnya bisa mengukir catatan gemilang dengan menjuarai Piala Dunia U17 untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Dalam laga final Piala Dunia U17 2025 yang berlangsung di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Kamis (27/11/2025) tadi malam.

Portugal sukses menggebuk Austria dengan skor 1-0, berkat gol tunggal Anisio Cabral pada menit ke-32.

Gol Anisio Cabral pun sempat menciptakan drama, lantaran wasit baru mengesahkan golnya setelah melakukan tinjauan VAR.

Berawal dari aksi ciamik Duarte Cunha, bola lalu diberikan kepada Anisio Cabral yang berada di posisi ideal untuk mencetak gol.

Tanpa kesulitan, dengan eksekusi sepakan rendah ke tengah gawang Austria, Anisio Cabral menjaringkan bola ke jala gawang lawan.

Setelah terciptanya gol tersebut, wasit sempat menunda keputusannya mengesahkan gol Anisio Cabral, lantaran ada indikasi offside.

Hanya saja setelah melihat tayangan ulang lewat VAR.

Bruno Perez yang menjadi wasit utama laga ini mengesahkan gol tersebut, lantaran tidak ada offside dalam proses gol tersebut.

Portugal akhirnya berhasil memimpin berkat gol tersebut, dan akhirnya mampu mempertahankan skor 1-0 hingga laga selesai.

Negara yang merupakan asal Cristiano Ronaldo itupun akhirnya menobatkan diri sebagai juara Piala Dunia U17 2025.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia U17, Portugal bisa menuliskan sejarah gemilang.

Dan sejarah gemilang yang diukir oleh Portugal yakni mencatatkan namanya sebagai salah satu pemenang turnamen ini.

Sejak digelar perdana pada tahun 1985 di China, Portugal memang belum pernah menjadi juara Piala Dunia U17.

Capaian terbaik Portugal di Piala Dunia U17 didapat ketika mereka menjadi juara ketiga di Piala Dunia U17 edisi ketiga tahun 1989.

Skotlandia yang kala itu menjadi tuan rumah Piala Dunia U17 1989, menjadi saksi sejarah Portugal menyegel gelar juara ketiga.

Dalam perebutan juara ketiga, Portugal tanpa ampun mengalahkan Bahrain dengan skor 3-0.

Sejak saat itulah, sinar Portugal justru meredup, lantaran hanya menjadi penggembira turnamen saja, dan tidak pernah bisa menjadi juara.

Jangankan juara, untuk bisa mengulang sejarah pada edisi 1989 dengan menjadi semifinalis saja, terasa sulit bagi mereka.

Hingga akhirnya, Bino Macaes yang kini menjadi pelatih Portugal bisa mencetak sejarah baru dengan membawa timnya menjadi juara.

Kejayaan Portugal menjuarai Piala Dunia U17 2025 kian lengkap karena beberapa pilarnya menyabet penghargaan individu.

Sebut saja Mateus Mide (bola emas), Anisio Cabral (Sepatu Perak), dan Romario Cunha (Sarung Tangan Emas).

Pelatih Portugal, Bino Macaes tak bisa menyembunyikan rasa bangganya bisa membawa timnya pecah telur.

Meskipun harus melewati perjalanan berdarah-darah sejak fase grup, hingga bisa melewati sistem gugur dan menjadi juara.

Bino Macaes merasa timnya layak menjadi juara, setelah penampilan konsisten mereka di Euro hingga Piala Dunia U17.

"Saya merasa sangat bangga melatih para pemain ini, perjalanan yang berat, tetapi dengan banyak perkembangan, baik bagi mereka maupun bagi saya," ucap Bino Macaes setelah laga final, dilansir laman resmi FIFA.

"Setelah penampilan luar biasa kami di EURO, bisa memenangkan Piala Dunia sungguh fantastis,"

"Saya mengucapkan selamat kepada mereka atas semua yang telah mereka lakukan, atas semua yang telah mereka berikan kepada negara dan sepak bola Portugal," tukasnya.

Jika menilik perjalanan Portugal bisa menjuarai Piala Dunia U17 2025, tim ini sebenarnya sudah menampilkan performa hebat sejak babak penyisihan grup.

Kemenangan telak dengan skor 1-6 melawan Kaledonia Baru menjadi awal yang sempurna bagi Portugal di turnamen ini.

Setelahnya, mereka mengalahkan Maroko yang sedang naik daun dengan skor telak juga yakni enam gol tanpa balas.

Hanya saja, dua kemenangan pembuka itu ternodai oleh Jepang yang mampu mengalahkan Portugal (1-2) di matchday penentuan.

Portugal pun akhirnya dipaksa hanya bisa menyelesaikan babak penyisihan di peringkat kedua, bukan juara grup.

Di fase gugur, perjalanan Portugal dimulai saat mengalahkan Belgia (1-2), Meksiko (0-5) dan Swiss (1-2).

Pertarungan terberat Portugal ketika berhadapan dengan Brasil di semifinal, yang mana mereka bisa menang dramatis adu penalti.

Hingga akhirnya di penghujung turnamen alias laga final, Portugal menciptakan sejarah dengan mengalahkan Austria yang juga belum pernah menjadi juara dengan skor 1-0 di partai puncak.

(menggapaiasa.com/Dwi Setiawan)

Komentar