Barantin Lepas Ekspor Produk Unggulan Jawa Tengah

SEMARANG (menggapaiasa.com) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jawa Tengah) melaksanakan kegiatan Go Ekspor yang salah satu kegiatannya berupa bimbingan teknis tantangan ekspor gula semut (Coconut sugar) kepada para pelaku usaha di wilayah Jawa Tengah. Pada kegiatan tersebut, Karantina Jateng juga mensertifikasi berbagai komoditas ekspor Jateng senilai Rp8,7 miliar.

"Barantin melakukan sertifikasi komoditas hewan, ikan dan tumbuhan dari Indonesia, memastikan bahwa semuanya sudah mememuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari negara tujuan, agar tidak ada penolakan, sekaligus kita juga melakukan pembinaan agar para UMKM dan pelaku usaha mampu memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut," ungkap Sahat M Panggabean, di Depo Adam Wiji Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pada Sabtu (29/11).

Menurut Sahat, sesuai Undang-Undang nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan, Barantin memiliki tugas dan fungsi menjamin kelestarian sumber daya alam hayati guna mendukung kemandirian pangan, keberlanjutan, serta meningkatkan daya saing dalam kerangka keberterimaan produk ekspor di negara tujuan. Ia menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam hayati tersebut karena merupakan aset bangsa, sebagai sumber pangan dan sumber ekonomi masyarakat.

Berbagai komoditas yang diekspor diantaranya adalah produk hewan yaitu sarang burung walet sejumlah 320 kilogram tujuan Cina senilai Rp4,7 miliar, produk perikanan berupa ikan pari beku sejumlah 24 ton tujuan Vietnam senilai Rp902 juta, kerupuk udang 18 ton tujuan Belanda senilai Rp813 juta, sedangkan produk tumbuhan yaitu kapulaga sejumlah 15 ton tujuan Cina senilai Rp1,4 miliar, kopi 17 ton tujuan Uni Emirat Arab senilai Rp1,4 miliar, plywood 58.517 m3 tujuan Uni Emirat Arab senilai Rp466 juta, serta daun cincau kering 12 ton tujuan Malaysia senilai Rp470 juta.

Berbagai rangkaian kegiatan Karantina Go Ekspor yang dilaksanakan yaitu menampilkan berbagai produk UMKM dan koleksi produk pertanian perikanan ekspor Jateng, penandatangan antara eksportir dan pembeli, bimbingan teknis kepada pelaku usaha dengan tema tantangan ekspor gula semut (Coconut sugar), teknologi pengolahan biji kopi (coffee bean) untuk inovasi produk kopi, dukungan pembiayaan Bank Indonesia dalam ekspor produk pertanian, prosedur penerbitan surat keterangan asal (CoO), serta pendampingan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas produk ekspor.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari dan jajaran yang juga memberikan dukungan penuh akselerasi ekspor komoditas pertanian dan perikanan di Jateng. Menurut Almasyhari, bahwa para pelaku usaha haeua berkolaborasi dengan pemerintah serta berbagai sektor agar produk yang akan diekspor memenuhi standar mutu, perizinan dan sertifikasi internasional. Ia terus mendorong pentingnya meningkatkan nilai tambah produk, hilirisasi, branding, digitalisasi, integrasi layanan sertifikasi ekspor sehingga produk mampu berdaya saing di pasar internasional.

Sementara itu Willy Indra Yunan, Kepala Karantina Jateng mengungkapkan bahwa melalui giat Karantina Go Ekspor tersebut, Karantina Jateng berkomitmen mendukung penguatan daya saing komoditas unggulan, terus bersinergi dengan lintas sektor mewujudkan ekosistem ekspor meningkat secara berkelanjutan. Karantina tidak hanya melindungi negeri dari ancaman hama penyakit, tetapi juga memastikan setiap komoditas ekspor memenuhi standar Sanitary and Phytosanitary (SPS) internasional.

Sehingga menurut Willy, kegiatan pelepasan ekspor tersebut tidak hanya seremonial semata, tetapi menjadi momentum berkelanjutan guna menghasilkan nilai ekspor yang semakin meningkat.***

Posting Komentar untuk "Barantin Lepas Ekspor Produk Unggulan Jawa Tengah"