pada tanggal
BERITA DAN INFORMASI
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PIKIRAN RAKYAT - Bayangkan saja: Anda isi bensin penuh, tapi mobil Anda hanya bertahan beberapa hari saja di jalanan macet. Frustasi? Sudah tentu iya. Banyak yang mengalami hal serupa. Menurut laporan terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), konsumsi bensin rata-rata penggunaan kendaraan mobil di Indonesia hanya 10-15 km per liter. Tentu saja angka ini akan membuat dompet pengguna menjerit.
Jangan panik dan jangan risau! Para ahli otomotif mobil menjelaskan beberapa penyebab utama mobil menjadi boros bensin dan solusi yang tepat. Simak secara lengkap tips hemat bensin di bawah ini yang Anda bisa terapkan.
Kamu Butuh penghemat BBM? Nih solusinya KLIK DI SINI
Akselerasi mendadak, pengereman tiba-tiba, atau ngebut berlebihan di atas 100 km/jam menyebabkan konsumsi bensin naik hingga 30%. Gaya mengemudi yang agresif membuat mesin bekerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang diperlukan secara tiba-tiba.
Ban yang kempes atau aus meningkatkan gesekan roda dengan jalan sehingga mesin bekerja lebih keras, sehingga membutuhkan tenaga yang lebih keras. Tentu ini akan berpengaruh pada konsumsi bensin yang lebih.
Komponen suspensi yang aus seringkali menyebabkan spooring dan balancing, akhirnya penyelarasan roda tidak menjadi akurat. Akibatnya, roda mungkin tidak sejajar sempurna dengan arah laju mobil, menciptakan gesekan tambahan dengan permukaan jalan yang menghabiskan bahan bakar yang ekstra.
Filter udara yang kotor menyebabkan boros bensin karena menyumbat aliran udara bersih ke dalam mesin, sehingga pembakaran tidak efisien. Mesin akan mengkompensasi kekurangan udara dengan menyemprotkan lebih banyak bensin untuk menghasilkan tenaga yang sama yang membutuhkan bensin cepat habis.
Busi yang aus atau sistem pengapian yang rusak juga menyebabkan bensin terbuang sia-sia. BPPT mencatat bahwa perawatan filter yang buruk bisa meningkatkan boros bensin hingga 15%.
Oli yang kotor dan sudah kehilangan viskositasnya mengurangi kemampuan pelumasan. Hal ini menyebabkan komponen mesin saling bergesekan lebih keras sehingga membutuhkan banyak energi dan bahan bakar yang lebih.
Begitu pula oli yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan meningkatkan bentrokan internal mesin. Ganti oli setiap 5.000-10.000 km untuk menghindari pemborosan seperti direkomendasikan oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia).
Membawa barang berlebihan juga menyebabkan boros bensin karena membutuhkan energi yang lebih. Begitu pula aksesori elektronik tambahan (seperti sistem audio yang kuat, lampu tambahan, atau pendingin udara yang lebih) akan meningkatkan beban pada sistem kelistrikan dan mesin dan tentunya akan berpengaruh pada penggunaan bensin yang ekstra.
Cuaca dingin membuat mesin bekerja lebih keras untuk mencapai suhu optimal. Mesin akan bekerja lebih keras, terutama saat start awal, dan membutuhkan lebih banyak bensin untuk membakar campuran yang tidak optimal.
Cuaca yang panas juga menyebabkan penggunaan bahan bakar yang lebih karena penggunaan AC yang lebih banyak.
Komentar
Posting Komentar