Sejumlah Tragedi Kemanusiaan di Indonesia akan Difilmkan

menggapaiasa.com, BUSAN - Sejumlah tragedi kemanusiaan di Tanah Air yang menyita perhatian publik akan diangkat menjadi film melalui kerja sama Matta Cinema Production dan Tempo Media Group.

Salah satu kisah memilukan yang bakal difilmkan itu yakni Tragedi Kanjuruhan.

Matta Cinema Production dan Tempo mengangkat tema ‘TRUE STORIES of INDONESIA: From Local Roots to Global Screen’ untuk membuat film dari kisah nyata itu.

Rencana produksinya diumumkan di sela-sela Happy Hour Asian Content & Film Market (ACFM) pada 30th Busan International Film Festival di Korea Selatan, Minggu (20/9).

Menurut produser sekaligus CEO Matta Cinema Production Nugroho Dewanto, rumah produksinya berencana membuat enam film. Sebagian dari project yang akan diproduksi pada 2025 hingga 2028 itu telah mendapatkan dana investasi dari Indonesia.

Dia menuturkan kehadiran Matta Cinema Production pada festival film bergengsi itu dalam rangka membuka peluang kolaborasi internasional untuk rencana produksi enam filmnya.

"Kami menjajaki kerjasama investasi, distribusi dan penjualan film dengan beberapa perusahaan dari berbagai negara," kata Nugroho melalui siaran pers ke media, Senin (22/9).

Melalui kolaborasi itu, Matta Cinema Production bakal membuat film berdasar hasil jurnalisme invstigasi Majalah Tempo. Ada tiga film bergenre kriminal dari kobaroasi itu.

Proyek pertama yang akan diproduksi yaitu film berjudul Pintu Kanjuruhan (The Doors of Kanjuruhan). Film itu diangkat dari tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 131 jiwa karena ribuan penonton panik dan berlarian setelah polisi menembakkan gas air mata yang belakangan diketahui sudah kedaluwarsa.

Pintu Kanjuruhan diperkirakan menelan biaya produksi Rp 10 miliar. Adapun penyutradaraannya dipercayakan kepada sineas Razka Robby Ertanto.

Proyek kedua yang disiapkan yakni Malam Alia (The Longest Night) yang mengangkat kisah kematian mahasiswi program pendidikan dokter spesialis (PPDS) sebuah universitas di Semarang, Jawa Tengah. Produksi film yang akan disutradarai Pritagita Arianegara itu diperkirakan menelan anggaran Rp 10 miliar.

Film ketiga dalam proyek itu berjudul Kampung Harapan (Village of the Hopefuls) yang mengisahkan judi online alias judol yang mengguncang Indonesia. Dengan bujet Rp 10 miliar, film itu akan disutradarai sineas kondang Garin Nugroho.

Dalam penggarapan film itu, Matta Cinema Production akan menggandeng Pal8 Pictures yang merupakan anak perusahaan Tempo.

“Kami memang berkeinginan mengangkat kisah-kisah menyentuh yang selama ini menarik perhatian publik melalui medium film untuk mendorong perubahan yang nyata di Indonesia dan menjangkau lebih banyak kalangan,” beber produser Pal8 Pictures Wahyu Dhyatmika.

Selain membuat Pintu Kanjuruhan, Malam Alia, dan Kampung Harapan, kolaborasi Matta Cinema dan Tempo juga tengah menyiapkan produksi tiga film lain. Salah satu film yang disiapkan, Rencana Besar Untuk Mati Dengan Tenang, sudah pada tahap praproduksi.

Film yang diadaptasi dari novel pemenang sayembara itu diperkirakan menelan biaya Rp 8 miliar dan memasuki proses produksi pada November mendatang. Untuk penyutradarannya dipercayakan kepada Ismail Basbeth.

Matta Cinema juga menyiapkan film Peristirahatan Terakhir yang ditulis oleh almarhum Gertjan Zuilhof. Ismail Basbeth juga dipercaya menggarap film dengan anggaran Rp 20 miliar itu.

Satu film lagi ialah Perjalanan Rasa (The Unforgettable Flavors) yang terinspirasi dari buku Mustika Rasa yang berisi resep masakan Nusantara. Buku terbitan 1965 itu digagas Presiden Sukarno.

Biaya produksi Perjalanan Rasa diperkirakan mencapai Rp 12 miliar. Pendiri Indonesian Director Forum Lasja F. Susatyo dipercaya menyutradarai Perjalanan Rasa.

Ismail Basbeth selaku pendiri Matta Cinema Production menyatakan rumah produksinya akan terus konsisten menyajikan film-film berkualitas dunia dengan pemahaman utuh atas cerita, talent dan penonton Indonesia.

“Jalan baru perlu dirintis karena yang membutuhkan film bagus di bioskop tidak hanya remaja, tetapi juga penonton anak-anak dan penonton dewasa," bebernya.

Matta Cinema, Pal8 Pictures-Tempo, dan Ruang Basbeth Bercerita berpartisipasi di ACFM Busan dengan menempati Pavilion E26 dan E27 milik Pemerintah Jakarta dan Kementerian Kebudayaan. Festival yang dimulai pada 17 September itu akan berakhir pada 26 September mendatang.(menggapaiasa.com)

Posting Komentar untuk "Sejumlah Tragedi Kemanusiaan di Indonesia akan Difilmkan"