Prabowo Diharapkan Dorong Komitmen Two-State Solution Palestina di Sidang Umum PBB

ANGGOTA Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amelia Anggraini berharap Presiden Prabowo Subianto menyuarakan dukungan terhadap perjuangan Palestina dalam pidatonya di Sidang ke-80 Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Amelia, Deklarasi New York telah memberikan dukungan semakin luas terhadap kemerdekaan Palestina. Deklarasi itu disahkan Majelis Umum PBB pada 12 September 2025. Salah satu poinnya adalah mengakui negara Palestina dan menghentikan pendudukan Israel di wilayah Palestina.

Indonesia, kata Amelia, punya peran strategis memastikan dukungan itu terkonversi menjadi aksi nyata. Politikus Partai NasDem ini mengatakan Sidang Umum PBB merupakan momentum Indonesia mendorong komitmen dunia mendukung Two-State Solution atau solusi dua negara sebagai jalan damai yang adil dan berkelanjutan.

"Jadi, bukan hanya sekadar kecaman, tetapi juga dorongan agar dunia internasional berani mengambil langkah konkret menghentikan agresi Israel dan membuka akses kemanusiaan ke Gaza," kata Ameliai melalui keterangan tertulis pada Senin, 22 September 2025.

Presiden Prabowo dijadwalkan berpidato dalam Sidang Umum PBB, di New York, Amerika Serikat, pada Selasa, 23 September 2025. menjadi pembicara ketiga dalam sesi debat umum PBB pada Selasa. Prabowo akan berpidato setelah Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo akan menyuarakan kepentingan "Global South" atau negara berkembang dan memperkuat posisi diplomasi di kancah global. “Untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan agenda reformasi tata kelola dunia agar lebih adil dan inklusif,” kata Teddy melalui keterangan tertulis Sekretariat Presiden pada Ahad, 21 September 2025.

Sekitar 193 anggota PBB akan hadir dan berbicara dalam sidang umum PBB. Para pemimpin dua negara pengamat non-anggota, Takhta Suci dan Negara Palestina, juga akan berpidato. Salah satu anggota pengamat, Uni Eropa, pun bakal berbicara.

Setiap awal sesi Majelis Umum memiliki tema khusus. Para pemimpin dapat merujuk pada tema tersebut secara singkat, sebelum beralih ke topik lain yang mereka sukai. Tema tahun ini adalah: "Better together: 80 years and more for peace, development, and human rights."

Isu soal Gaza kemungkinan akan muncul dan dibahas oleh para pemimpin di Sidang Umum PBB. Sebab, perang antara Israel dan militan Hamas di Jalur Gaza sudah berlangsung hampir dua tahun dan krisis kemanusiaan makin memburuk di wilayah Palestina tersebut.

Posting Komentar untuk "Prabowo Diharapkan Dorong Komitmen Two-State Solution Palestina di Sidang Umum PBB"