pada tanggal
BERITA DAN INFORMASI
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
+ Berkas CIA Buka Kecurigaan tentang Perang Antar Manusia vs Alien di Siberia
Pada kesempatan memberikan pidato, Kim menyatakan bahwa kapal penghancur tersebut akan diberikan secara resmi ke Angkatan Laut Korea Utara dan siap digunakan di awal tahun mendatang. Di samping itu, dia juga menambahkan bahwa negeri ini memiliki rencana untuk meningkatkan percepatan dalam pembuatan armada militer terbaru, seperti kapal penghancur, kapal induk, serta fregat dengan spesifikasi pertarungan yang lebih canggih, dimulai dari tahun 2026.
+ Pasukan Militer Ukraina Mendapatkan Latihan Artilleri PzH 2000 dari Jerman
Kim Jong-un memanfaatkan momen itu untuk mengecam latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan, menganggapnya sebagai tindakan yang sangat menciderai keamanan negaranya di Republik Rakyat Demokratik Korea (RRRK). Menurut dia, peningkatan pasukannya di lautan merupakan langkah penting untuk melawan ancaman kemungkinan serangan musuh.
Dia juga menggarisbawahi bahwa pemberian nama kapal penjelajah Choi Hyon merupakan simbol krusial untuk meningkatkan daya saing armada militer Korea Utara. Prestasi lainnya, sebut Kim, adalah pengembangan kapal selam tenaga nuklir yang tengah berlangsung.
Kim Jong-un menyatakan bahwa proyek bersama untuk jenis kapal terbaru—termasuk kapal pemecah es, kapal induk, serta fregat—sedang mendekati akhir fase riset dan pengembangan. Sasaran utamanya adalah mengequip Angkatan Laut Korea Utara dengan armada yang dilengkapi senjata lebih kuat dan mampu operasi di lautan lepas, hal ini bertujuan untuk meningkatkan posisi taktikal negaranya secara signifikan di wilayah sekitarnya.
Sumber serta ilustrasi: Telegram @china3army. Materi ini dikembangkan menggunakan teknologi AI dan sudah melewati proses tinjauan dari tim editor.
Komentar
Posting Komentar