Bali siaga LSD, Jembrana resmi lockdown, larang lalu lintas ternak sapi - MENGGAPAI ASA

Bali siaga LSD, Jembrana resmi lockdown, larang lalu lintas ternak sapi

bali.menggapaiasa.com, JEMBRANA - Temuan Infeksi Lumpy Skin Disease (LSD) terhadap ternak sapi dan kerbau di Jembrana, memaksa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Bali bergerak cepat.

Distan Pangan Bali memutuskan melakukan lockdown, melarang lalu lintas ternak sapi dan kerbau keluar dan masuk Kabupaten Jembrana.

Temuan Distan Pangan Bali, 28 ekor sapi di Bali barat terjangkit LSD.

“Lockwon sementara waktu.

Khusus Kabupaten Jembrana tidak melalulintaskan ternak ke mana-mana.

Suratnya sudah ada, batasnya enam bulan ke depan atau sampai kasusnya tuntas,” ujar Kepala Distan Pangan Bali Wayan Sunada dilansir dari Antara.

Menurutnya, introduksi pertama LSD di Bali terungkap di Jembrana.

Awalnya terdeteksi pada 24 Desember 2025 lalu.

Balai Besar Veteriner Denpasar saat itu menerima laporan ada sapi dengan gejala klinis berupa benjolan pada kulit, demam, serta pembengkakan di area leher.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada 26 Desember 2025 dilakukan pengambilan sampel darah dan kerokan kulit.

Hasil uji Polymerase Chain Reaction (PCR) pada 27 Desember 2025 memastikan sapi di Jembrana itu positif LSD.

Investigasi lapangan dilanjutkan pada 5 Januari 2026 di Desa Baluk, Kecamatan Negara.

Balai Besar Veteriner kembali menyisir wilayah terdampak lainnya seperti Kaliakah, Banyubiru, Berangbang dan Manistutu.

Dari pemantauan tersebut, tercatat total 28 ekor ternak sapi positif LSD dengan dua ekor di antaranya mati.

Sumber penularan diduga kuat berasal dari masuknya ternak terinfeksi secara ilegal dari luar Bali.

Terhadap sapi yang terkonfirmasi LSD, Distan Pangan Bali secara bertahap melakukan pemotongan bersyarat dan ditargetkan minggu ini semuanya selesai dieksekusi.

“Khusus Kabupaten Jembrana kami sudah berikan desinfektan juga agar kandang-kandang peternak di semprot sebab vektornya adalah lalat penghisap darah, sudah kami lakukan,” ujar Sunada.

Distan Pangan Bali juga meminta masyarakat agar mengoptimalkan pembelian ternak di kabupaten lain.

Hal ini demi memastikan tak ada ternak sapi dari Jembrana keluar kabupaten dan menyebarkan LSD.

Hal ini untuk menjaga Bali tetap aman dari penyakit LSD.

“Jadi, Jembrana sementara lockdown.

Untuk kabupaten lain saya harapkan jaga daerahnya jangan sampai ternak Jembrana masuk ke daerahnya nanti parah lagi makin susah menangani kalau berkembang,” kata Sunada.

Ia memastikan situasi saat ini masih dalam kendali.

Pengawasan surveilans aktif dan pasif terus dilakukan dengan koordinasi lintas sektor, mulai dari tingkat kabupaten.

"Kami bekerja berdasarkan hasil laboratorium, bukan spekulasi.

Pemeriksaan laboratorium sudah dilakukan, investigasi berjalan, dan langkah mitigasi kini diterapkan, penanganan kami terukur, terkoordinasi, dan sesuai standar kesehatan hewan nasional,” tuturnya. (lia/JPNN)

Posting Komentar untuk "Bali siaga LSD, Jembrana resmi lockdown, larang lalu lintas ternak sapi"