Kenaikan IPL Pergudangan MMK Deli Serdang Dikeluhkan Warga, Begini Kata Pengelola

Kenaikan IPL Pergudangan MMK Deli Serdang Dikeluhkan Warga, Begini Kata Pengelola

menggapaiasa.com, MEDAN -Warga di komplek pergudangan Medan Mas Karimun (MMK), di kawasan Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kabupaten Deli Serdang, mengeluhkan adanya kenaikan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) yang diputuskan pihak pengelola. Iuran yang semula sebesar Rp 3000 per meter bangunan gudang, kini menjadi Rp 5000 per meter mengikuti luas tanah. 

Ketika dikonfirmasi ke pihak pengelola, perwakilan komplek MMK yang dikenal dengan panggilan Achung mengaku jika memang pihaknya ada menaikkan IPL. 

"Iya memang naik IPL-nya," ujar Achung, saat dikonfirmasi via seluler, Senin (2/2/2026). 

Ketika ditanya apa alasan pihak pengelola memutuskan menaikkan IPL yang akhirnya disoal oleh warganya, dirinya mengaku untuk besaran IPL sebelumnya sudah cukup lama tak disesuaikan. Ia juga tak merincikan alasan pasti terkait latar belakang pengelola menaikkan IPL, sementara fasilitas masih disoal oleh warga. 

"Enggak ada larat belakangnya, sudah 10 tahun enggak naik iurannya. Kalau pastinya itu keputusan pusat yang memang naikkan iuran," ungkapnya. 

Disinggung perihal saluran air yang diputus oleh pengelola, dirinya langsung menyebutkan secara tegas jika memang itu sudah keputusan dari pengelola. Dirinya menegaskan, bagi warga yang tak membayar IPL maka otomatis saluran airnya diputus karena fasilitas air masuk ke dalam bagian dari IPL. 

"Ya kalau enggak bayar kita putus lah. Sama kaya air di rumah kita, kalau enggak bayar ke PDAM kan pasti diputus. Sekarang memang satu IPL sama air, supaya enggak dia kali," ungkapnya. 

Sebelumnya, berdasarkan keterangan salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku jika kenaikan iuran ini sangat memberatkan warga. Pasalnya, besaran iuran yang dibayarkan sebelumnya masih terhitung dari luas gudang. Sementara, harga baru yang telah tetapkan oleh pengelola sejak bulai Mei 2025 lalu dihitung dari luas tanah. 

"Tentunya sangat memberatkan. Apalagi ini yang dihitung itu dari luas tanah bukan lagi luas bangunan. Jadi sudah bisa dibilang naiknya itu lebih dua kali lipat dari harga awal," ujar warga. 

Diungkapkannya, pada saat penyesuaian harga tahun lalu terlebih pihak pengelola tidak memberikan sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga, warga pemilik gudang dengan berbagai jenis usaha itu mengaku kaget dan tentunya menolak penyesuaian besaran iuran yang memeberatkan ini. 

"Enggak ada sososiali, tiba-tiba aja naik. Cuma seminggu itupun dibilang sudah harus naik. Kalau dari warga ya menolak lah," katanya. 

Terkait keluhan ini, dirinya menyampaikan jika warga sebelumnya telah melakukan somasi terhadap pengelola MMK untuk bisa duduk bersama. Namun, dari beberapa tahapan yang dilakukan hingga warga melaporkan ke KIM hingga saat ini warga tidak mendapatkan titik terang. 

"Langsung kita somasi, kita juga sudah ke KIM tapi enggak ada jawaban. Jadi sampai sekarang kita masih mau meminta kejelasan dari pengelola ini. Apalagi iuran naik fasilitas pun enggak ada yang diperbaiki juga, tetap rusak jalannya," ungkapnya. 

Ketika ditanya ada berapa gudang yang masuk ke dalam komplek MMK, dirinya menjelaskan total keseluruhan gudang sebanyak 70 unit. Namun, sejak diberlakukannya kenaikan iuran ada sekitar 25 pemilik gudang yang menolak sementara yang lain menerima. 

Terbaru, dikatakannya sejahtera ini warga yang menolak atas kenaikan iuran sudah semakin berkurang. Pasalnya, pihak pengelola saat ini sudah memutus saluran air bersih ke gudang-gudang yang tercatat enggan ikut menyesuaikan kebijakan dari pengelola.

(mns/menggapaiasa.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Posting Komentar untuk "Kenaikan IPL Pergudangan MMK Deli Serdang Dikeluhkan Warga, Begini Kata Pengelola"