Israel gelar latihan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk hadapi hujan rudal Iran
Israel Gelar Latihan Militer yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya untuk Hadapi Hujan Rudal Iran
menggapaiasa.com Surat kabar Israel, Yediot Aharonot melaporkan kalau Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel baru-baru ini menyelesaikan latihan yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara Yahudi tersebut.
Menurut laporan, latihan itu dengan skenario penanganan kerusakan meluas yang disebabkan oleh rudal kluster besar yang ditembakkan dari Iran.
Menurut surat kabar tersebut, para pemimpin militer Israel telah merehabilitasi pangkalan Zikim di utara Jalur Gaza dalam beberapa pekan terakhir untuk melakukan latihan.
Sebuah batalion penyelamat dan bantuan dari pasukan cadangan Galilea Barat berlatih menyelamatkan orang-orang yang terjebak di lokasi kehancuran skala besar yang didirikan di sebelah pangkalan tersebut.
"Latihan ini sebagai bagian dari peningkatan kesiapan untuk menghadapi skenario darurat yang kompleks, kebakaran besar, dan serangan siber yang mengganggu identifikasi lokasi orang-orang yang terjebak," tulis laporan itu dikutip dari Khaberni, Senin (2/2/2026).
Yedioth Ahronoth menjelaskan bahwa pasukan tersebut berlatih dengan skenario yang pernah dihadapi Israel sebelumnya pada Juni 2025, dalam perang 12 hari dengan Teheran, terutama ketika rudal kluster Iran jatuh di Rehovot dan Ramat Gan, menyebabkan kerusakan yang meluas.
Hujan Rudal Kluster Iran
Tentara Israel memperkirakan bahwa Iran akan menggunakan jenis rudal ini lagi pada putaran berikutnya, menurut surat kabar Israel.
Yedioth Ahronoth mengatakan bahwa rudal kluster Iran terbuka puluhan meter di atas target dan menyebarkan proyektil kecil dalam lingkaran yang membentang beberapa kilometer, di samping hulu ledak rudal tersebut.
Selama latihan, para pejuang diminta untuk menemukan peluru yang belum meledak di sekitar lokasi penghancuran, yang diklasifikasikan sebagai amunisi yang belum meledak dan berbahaya.
Surat kabar itu mengutip komandan sektor Galilea Barat, Kolonel Shay Shemesh, yang mengatakan bahwa pasukan berlatih dengan skenario insiden yang menimbulkan banyak korban di dalam reruntuhan, dan menerapkan sejumlah besar pelajaran yang dipetik dari perang dengan Iran pada pertengahan tahun lalu, termasuk menangani area kehancuran yang luas yang membentang di beberapa jalan.
Kantor Penyiaran Israel (Israeli Broadcasting Corporation) mengutip seorang pejabat militer Israel yang tidak disebutkan namanya pada hari Minggu yang mengatakan bahwa Tel Aviv tidak dapat hidup berdampingan dengan kemampuan rudal balistik Iran.
Amerika Serikat telah memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah, mengirimkan kelompok serang angkatan laut yang dipimpin oleh kapal induk "Abraham Lincoln", setelah Presiden Donald Trump mengancam intervensi militer di Iran terkait protes yang terjadi di sana pada Desember lalu.
Pengerahan dan ancaman ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan konfrontasi langsung dengan Iran, yang telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka akan membalas dengan serangan rudal terhadap pangkalan, kapal, dan sekutu AS, khususnya Israel, jika diserang.
Iran Siap Hadapi Konfrontasi Militer Jenis Apa Pun
Di sisi lain, sebuah laporan yang disampaikan oleh seorang komandan senior Angkatan Udara Garda Revolusi Iran kepada Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen menyatakan kalau Teheran siap untuk segera menanggapi setiap penargetan yang dilakukan Amerika Serikat.
Anggota parlemen Ebrahim Rezaei, juru bicara komite tersebut, mengutip laporan itu yang menyatakan bahwa Iran memiliki keunggulan intelijen yang memungkinkannya untuk memantau pergerakan musuh, dan bahwa semua langkah telah diambil untuk skenario konfrontasi militer apa pun.
Ia menunjukkan kalau kepentingan militer dan ekonomi Amerika di kawasan itu berada dalam jangkauan operasional pasukan Iran.
Dia memperingatkan kalau serangan Amerika apa pun dapat menyeret Washington ke dalam konfrontasi regional yang akan menjadi "salah satu keuntungan terbesar" bagi Teheran.
Laporan itu juga merujuk pada hasil operasi "True Promise 3" selama 12 hari, di mana Iran mengatakan berhasil menembus sistem pertahanan rudal gabungan musuh lebih dari 50 persen.
Rezaei menyatakan bahwa dalam situasi perang, menargetkan kepentingan musuh akan menghancurkan sekitar setengah dari kemampuan mereka pada fase pertama konfrontasi.
Hal ini terungkap dalam sesi komite yang membahas perkembangan situasi regional, pengerahan pasukan militer, dan kondisi keamanan di sekitar Iran.
Posting Komentar untuk "Israel gelar latihan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk hadapi hujan rudal Iran"
Posting Komentar