Inpex Groundbreaking Proyek Abadi Masela Tahun Ini

menggapaiasa.com,JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan Inpex Corporation (Inpex) bakal melakukan groundbreaking Proyek LNG Abadi, Blok Masela tahun ini.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, perusahaan asal Jepang itu rencananya melakukan groundbreaking sebelum Idulfitri atau Lebaran 2026.
Dia menyebut, dokumen analisis dampak lingkungan (amdal) Blok Masela diharapkan terbit dalam waktu dekat. Djoko menargetkan amdal dapat keluar setidaknya sebelum akhir Maret 2026.
"Itu [Proyek LNG Abadi Blok Masela] mudah-mudahan ini bisa groundbreaking juga sebelum Lebaran," ucap Djoko dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (11/2/2026).
Djoko pun menuturkan, proyek Abadi Masela ditaksir sanggup memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, setara dengan lebih dari 10% impor LNG tahunan Jepang.
Selain itu, proyek tersebut juga diestimasikan mengakomodasi gas pipa 150 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd), serta 35.000 barel kondensat per hari (bcpd).
Asal tahu saja, Inpex mengelola Blok Masela melalui anak usahanya, Inpex Masela, Ltd. Inpex mengelola Lapangan Gas Abadi dengan hak partisipasi 65%, bersama mitra PT Pertamina Hulu Energi Masela (20%) dan Petronas Masela Sdn. Bhd. (15%).
Inpex telah memulai tahapan desain rekayasa teknis atau front-end engineering design (FEED) secara menyeluruh pada September 2025 lalu. Namun, CEO Inpex Takayuki Ueda mengakui bahwa kenaikan biaya konstruksi menjadi tantangan tersendiri.
Terkait profitabilitas, perusahaan membidik tingkat pengembalian internal (internal rate of return/IRR) sekitar 15%. Inpex membuka peluang untuk bernegosiasi kembali dengan pemerintah Indonesia guna mendapatkan insentif tambahan, seperti dukungan pajak, jika target IRR tersebut sulit tercapai.
Selain untuk ekspor, hasil LNG dari Blok Abadi juga bakal diserap oleh tiga badan usaha milik negara (BUMN). Ketiga perusahaan pelat merah itu yakni PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk LNG, dan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk gas bumi.
Sebelumnya, Inpex berkomitmen untuk mempercepat pengembangan Proyek LNG Abadi, Blok Masela di Indonesia. Langkah ini diambil guna memenuhi permintaan pemerintah Indonesia sekaligus merespons tingginya minat dari perusahaan raksasa (supermajor) Barat terhadap pasokan gas alam cair alias LNG.
Ueda mengatakan bahwa proyek senilai US$20 miliar atau setara Rp336,78 triliun (asumsi kurs Rp16.839 per US$) tersebut akan menjadi mesin pertumbuhan utama bagi Inpex.
Pemerintah Indonesia sebelumnya telah meminta Inpex untuk mengakselerasi jadwal pengembangan guna mengantisipasi lonjakan permintaan gas domestik yang tumbuh pesat. Saat ini, Inpex menargetkan operasional (start-up) proyek tersebut pada awal 2030-an.
Posting Komentar untuk "Inpex Groundbreaking Proyek Abadi Masela Tahun Ini"
Posting Komentar