Wawancara dengan Pak Bandir : Kronologis Kejadian WNA Asal Pilipina Yang Terdampar Di Perairan Laut Buol

menggapaiasa.com, Awal mula Keluarga pak Bandir yang terdiri dari 17 orang diantaranya 8 Anak dan Balita berangkat dari Sempurna Sabah Malaysia Tujuan ke Pilipina untuk Menghadiri hajatan Keluarga pada jam 3 subuh waktu setempat, tepat ketika hari kedua Perahu yang dikemudikan oleh Pak Bandir menghadapi Gelombang tinggi dan cuaca buruk disekitaran pulau Tawi - Tawi.
Perahu yang mereka naikin oleng dan Sudah masuk Air semua peralatan yang ada diperahu sudah di buang kelaut mengimbangi perahu agar tidak tenggelam.kemudian Salah satu anak Pak Bandir Laki laki berusia 27 Tahun Melompat kelaut dengan mengandalkan 1 buah Jerigen diikuti oleh Suami Dari Ibu Lisa ikut Melompat kelaut dan Berpegangan pada jerigen yang sama Pergi menyelamatkan Diri menuju daratan dan masih diwilayah Malaysia.disini pak Bandir merasa sedikit kecewa dengan suami dari Saudaranya itu karena meninggalkan istri dan 4 orang anak dengan kondisi seperti itu.
Tapi di hati pak Bandir dia akan tetap bersama keluarganya apapun yang akan terjadi. Bermodalkan Penutup Ember yang dijadikan sebagai dayung pak Bandir dan keluarga mengikuti arah angin karena mesin yang menjadi satu satunya harapan sudah Dibuang kelaut agar meringankan beban perahu.
Selama kurang lebih 13 hari berada di laut 2 kali keluarga pak Bandir menampung air hujan untuk minum dan mengandalkan biskuit yang menjadi bekal selama perjalanan yang kurang lebih menurut prediksi mereka hanya memakan waktu 8 jam dari sempurna ke Pilipina tapi takdir berkata lain biskuit yang hanya sedikit itu satu biskuit di belah menjadi dua dan dibagikan kemasing masing orang yang tersisa 15 orang. Tiba di hari ke delapan Dilautan stok biskuit benar benar habis air hujan tersisa sedikit ditambah dengan kondisi perahu yang rusak kemasukan air dan harus di keluarkan( Limas ) airnya setiap saat.
Anak anak dan terlebih balita yang berusia 6 bulan???? menangis tanpa henti karena sudah sangat kehausan.
Pak Bandir Dan Keluarga pasrah dan hanya bisa berdoa kepada Allah ( karena keluarga mereka Muslim ) disaat itu kondisi anak anak sudah sangat lemas.
5 hari tidak makan dan minum tiba tiba Allah jawab do'a mereka. Selama 13 hari dilautan akhirnya mereka melihat sebuah kapal dengan sisa semangat yang ada pak Bandir Dengan sekuat tenaga berteriak dan melambaikan Tangan ke arah kapal yang mereka lihat.
Kata pak Bandir waktu itu rasa laparku langsung hilang pada saat melihat perahu/Kapal itu.
Wawancara dengan Nelayan Asal Buol
Muhammad Rusman ( Cici )
Waktu itu kami keliling mencari ikan di rakit karena beberapa rakit yang kami datangi tidak ada ikan sama Skali dan kami tetap keliling mencari rakit yang ada ikanya.
Sampai kami melihat ada perahu dalam hati jangan jangan disana ada ikanya karena ada perahu.tapi pada saat mendekat saya langsung curiga ini kapal bukan dari Indonesia.
Karena dulu saya pernah sangat lama tinggal di Malaysia makanya saya bisa kenal dengan hasil tangan dari Malaysia.
Saya kelilingi perahu itu dan ternyata didalam banyak orang yang sudah sangat lemas dan satu bapak berteriak tolong kami pak selamatkan kami bawa kemanapun kami yang penting kami bisa hidup tolong selamatkan kami.ternayata yang berteriak itu adalah Pak Bandir.
Tanpa memikirkan apapun karena melihat kondisi manusia yang sudah sangat lemas dan kulit sudah terkelupas saya pun menyuruh mereka naik ke kapal kami sambil berkata Ayo naik disini ada makanan dan minuman.
Kami menemukan mereka sekitaran jam 08.00 pagi dengan posisi 72 Mill dari dermaga tambatan perahu Poyapi setelah mereka naik ke kapal kami mengikat perahu mereka ke kapa, kami langsung menuju daratan.sampai di dermaga tambatan perahu Poyapi sekitaran jam 18.30 WITA.
Pada saat itu juga kabar langsung tersebar dan seluruh Petugas yang ada langsung menuju TKP.
Sesampainya di TKP saya melihat seluruh Korban sudah di Amankan dirumah saudara Saprudin Tombea Lautan Tuna para tetangga sudah memberikan pakaian,makanan dan kebutuhan-Kebutuhan lainya. Luar biasa warga Kabupaten Buol yang masih memiliki rasa empati yang sangat tinggi.
Disaat itu bahagian dapur pun sudah sibuk memasak untuk para korban.
Disaat itu seluruh petugas sudah melaksanakan tugas dengan melakukan Assessment awal terhadap korban. Kemudian para korban langsung dibawa menuju RUmah Sakit umum Mokoyuri Kab. Buol.
Berikut Nama nama Mereka
1. Bandir ( L ) anak
2. Busadita (P)
3. Nadisa ( P ) anak
4. Dedeia ( P) anak
5. Along ( L ) anak
6. Lisa ( P )
7. Epan ( L ) anak
8. Naura ( P ) anak
9. Laura ( P ) anak
10. Sunsang ( L ) anak
11. Saulina ( P )
12. Nurfaida ( P )
13. AIDA ( P )
14. Mira ( P ) anak
15. Adima ( P )***
Posting Komentar untuk "Wawancara dengan Pak Bandir : Kronologis Kejadian WNA Asal Pilipina Yang Terdampar Di Perairan Laut Buol"
Posting Komentar