Tolak lupa pada goresan pena: Kenapa Hari Tulisan Tangan Sedunia tiap 23 Januari masih relevan di era digital?
JURNAL GAYA - Di tengah gempuran ketikan keyboard mekanik dan layar sentuh yang serba instan, ada satu warisan manusia yang mulai perlahan memudar: tulisan tangan. Setiap tanggal 23 Januari, dunia merayakan Hari
Tulisan Tangan Sedunia (National Handwriting Day). Peringatan ini bukan sekadar nostalgia akan harumnya tinta dan tekstur kertas, melainkan sebuah pengingat tentang betapa pentingnya hubungan antara tangan, otak, dan identitas diri.
Sejarah Singkat dan Makna di Balik Tanggal 23 Januari
Pemilihan tanggal 23 Januari bukanlah tanpa alasan. Tanggal ini merupakan hari ulang tahun John Hancock, tokoh UTAMA SAYA sejarah Amerika Serikat yang paling dikenal karena tanda tangannya yang besar dan tegas pada Deklarasi Kemerdekaan. Hancock menjadi simbol bahwa tulisan tangan adalah representasi keberanian dan karakter seseorang.
Di era modern, organisasi seperti Writing Instrument Manufacturers Association (WIMA) terus mempromosikan hari ini untuk mendorong masyarakat kembali merasakan sensasi menulis dengan pena, baik itu untuk sekadar mencatat daftar belanja maupun menulis surat cinta.
Mengapa Menulis Tangan Masih Sangat Penting?
Meskipun mengetik jauh lebih cepat, menulis tangan menawarkan manfaat kognitif yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kita tidak boleh meninggalkan kebiasaan ini:
* Meningkatkan Memori dan Pembelajaran: Penelitian menunjukkan bahwa otak lebih aktif saat kita menulis tangan dibandingkan mengetik. Proses membentuk huruf satu per satu memaksa otak untuk memproses informasi secara lebih mendalam, sehingga kita lebih mudah mengingat apa yang kita tulis.
* Melatih Motorik Halus: Bagi anak-anak, menulis tangan adalah latihan dasar untuk koordinasi mata dan tangan serta perkembangan motorik halus yang krusial bagi perkembangan saraf.
* Kesehatan Mental dan Terapi: Menulis jurnal atau journaling dengan tangan terbukti efektif mengurangi tingkat stres. Goresan pena yang lambat memberikan efek meditatif, memungkinkan kita untuk menyaring emosi dengan lebih tenang.
* Sentuhan Personal yang Tak Tergantikan: Sebuah email atau pesan WhatsApp mungkin efisien, tetapi surat yang ditulis tangan memiliki "jiwa". Tekanan pena, kemiringan huruf, dan gaya tulisan adalah sidik jari personal yang menunjukkan kepedulian mendalam kepada si penerima.
Merayakan Hari Tulisan Tangan di Era AI
Di tahun 2026 ini, saat kecerdasan buatan (AI) bisa menghasilkan teks ribuan kata dalam sekejap, tulisan tangan menjadi bentuk resistensi kreatif.
Ia adalah bukti otentik bahwa sebuah pemikiran berasal dari manusia yang bernapas, bukan sekadar algoritma.
Untuk merayakan hari ini, Anda bisa memulai dengan hal-hal kecil:
* Menulis catatan pendek untuk orang tersayang.
* Mencatat agenda harian di buku fisik, bukan aplikasi ponsel.
* Mempelajari seni kaligrafi atau hand lettering sebagai hobi baru.
Hari Tulisan Tangan adalah pengingat bahwa teknologi adalah alat, tetapi tangan kita adalah pencipta. Jangan biarkan kemampuan unik ini hilang ditelan zaman.
Ambil pena Anda hari ini, biarkan tinta mengalir di atas kertas, dan rasakan kembali koneksi antara pikiran dan jari-jemari Anda.***
Posting Komentar untuk "Tolak lupa pada goresan pena: Kenapa Hari Tulisan Tangan Sedunia tiap 23 Januari masih relevan di era digital?"
Posting Komentar