Tawuran antarwarga di Manggarai

AKSI tawuran antarwarga kembali terjadi di Kelurahan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat, 2 Januari 2026. Tawuran pecah pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB di terowongan Manggarai.
“Telah terjadi tawuran warga Gang Tuyul RW 04 dengan warga RW 012 di terowongan Manggarai, Tebet, Jaksel,” ujar Kapolsek Tebet Komisaris Iwan Gunawan melalui keterangan tertulisnya.
Ia pun menjelaskan kronologi kejadian tawuran tersebut. Mulanya, terdengar suara petasan sekitar pukul 15.00 WIB dari arah terowongan Manggarai.
Setelah terdengar suara petasan, kedua kelompok pun saling serang. “Warga RW 04 dan RW 012 tiba-tiba kedua kelompok kurang lebih 20 orang saling menyerang, melempar batu dan petasan di terowongan Manggarai,” ujar Iwan.
Polsek Tebet pun langsung menuju ke lokasi tawuran. Kedua belah pihak dipukul mundur dan tawuran dibubarkan sekitar pukul 16.10 WIB. Menurut dia, tak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini.
Hingga sore ini, personel Polsek Tebet masih berpatroli dengan cara berjalan kaki dari gang ke gang di wilayah RW 04 dan RW 012 Kelurahan Manggarai. Sementara ini, kata Iwan, situasi di lokasi tawuran aman dan kondusif.
Pramono Anung Bakal Gelar 'Manggarai Berselawat' untuk Atasi Tawuran
Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan bakal membuat program ‘Manggarai Berselawat’ untuk mengatasi persoalan tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan. Menurut dia, penyelesaian masalah tawuran itu harus dilakukan secara substantif guna mencari akar permasalahannya.
Program tersebut, tutur Pramono, merupakan upaya mengatasi tawuran melalui pendekatan kultural dan keagamaan. Nantinya program itu akan melibatkan kelompok warga yang selama ini berkonflik.
“Saya akan menggagas apa yang dinamakan Manggarai Berselawat. Saya akan undang kelompok-kelompok yang bertikai di sana, ada RW 04, RW 05, RW berapa gitu, duduk bareng,” ucap Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 13 Mei 2025.
Ia menyebut dirinya sudah mempelajari sejumlah faktor maraknya tawuran di wilayah Jakarta. Salah satunya, menurut dia, adalah faktor “ketidakberuntungan”. Dia mengatakan umumnya warga yang terlibat tawuran ialah yang belum memiliki pekerjaan tetap. Kemudian, ia juga menyoroti minimnya sarana olahraga dan fasilitas umum lainnya. Pramono berpendapat potensi anak-anak tersebut tidak bisa tersalurkan lantaran sarananya tidak termanfaatkan dengan baik.
Posting Komentar untuk "Tawuran antarwarga di Manggarai"
Posting Komentar