Sosok pendiri Almaz Fried Chicken, yang menyisakan 7 gerai di Indonesia

menggapaiasa.com, JAKARTA - Memasuki tahun kedua berdiri, Almaz diterpa isu kebangkrutan setelah menutup puluhan gerai di beberapa daerah.
Meskipun hingga awal Januari 2026 ini merek restoran cepat saji ini masih beroperasi, namun tak sedikit warganet dari berbagai lokasi di Indonesia yang mengunggah video bahwa merek Almaz telah tutup.
Sering disangka merek dari Arab Saudi, Almaz Fried Chicken ternyata merupakan perusahaan ayam goreng lokal yang diolah dengan rasa dan konsepnya yang mirip dengan kedai ayam goreng Albaik di Arab Saudi.
Almaz Fried Chicken awalnya viral selain karena cita rasa yang mantap, ukurannya yang besar, dan harganya yang terjangkau, tapi juga muncul bertepatan dengan momentum banyaknya masyarakat Indonesia yang melakukan boikot pada merek ayam goreng dari barat.
Kini, dari punya puluhan outlet, website resminya menampilkan hanya tersisa 7 cabang, di area Bekasi, Karawang, dan Tangerang.
Pendiri Almaz Fried Chicken
Almaz Fried Chicken beroperasi di bawah naungan Abuya Group, yang didirikan oleh Okta Wirawan dan mulai beroperasi pada 14 Juni 2024.
Sebelum terjun berbisnis, Okta merupakan lulusan Jurusan Manajemen Keuangan dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 2004.
Pria kelahiran 18 Juli 1982 itu juga sempat bekerja di beberapa perusahaan seperti PT Carrefour Indonesia sebagai Assistant Sales Manager pada tahun 2005, sampai beralih ke PT Trans Retail Indonesia.
Okta juga sempat bekerja menjadi Kepala Operasional di PT Mega Mahadana Hadiya yang membawahi merek Wing Stop pada tahun 2013 hingga 2018 sebelum terjun ke dunia bisnis.
Berbekal melihat dari teman-temannya, dia belajar konsep berdagang, berjualan dan berbisnis, Okta mulai menjajal dunia bisnis dengan mendirikan PT Abindo pada tahun 2017, dan menjabat sebagai Founder sekaligus CEO dalam perusahaannya.
Okta juga mendirikan beberapa usaha rintisan seperti TukangSayur.ID, Sora Stationary, dan Bekam Alami yang semuanya bergerak di bawah Abuya Berkah Indonesia.
Sementara pada 2024, Okta mendirikan Almaz Fried Chicken, yang sempat viral hingga membuka lebih dari 70 cabang hanya dalam waktu tujuh bulan.
Kedai tersebut menjual ayam goreng untuk menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati ayam goreng tanpa kekhawatiran akan terafiliasi dengan produk dengan entitas Israel yang melakukan genosida.
Misi yang dijalankan di awal juga kuat, dengan setiap pembelian Almaz akan menyumbangkan 5% keuntungan untuk Palestina.
Kini, Almaz memang telah banyak menutup gerai namun masih beroperasi. Di samping itu, baru-baru ini, Okta juga mengumumkan pengunduran diri sebagai CEO Abuya Group yang efektif per 1 Januari 2026.
Selanjutnya, posisi tersebut digantikan oleh Bram Dwi Raditya, yang sebelumnya merupakan COO Abuya Group. Sementara itu, Okta akan melanjutkan posisinya di Abuya Group sebagai Founder dan Chairman.
"Ini bukan langkah mundur, tapi langkah naik ke lantai berikutnya, untuk menyiapkan regenerasi dan Abuya Group untuk 10..20..bahkan 30 tahun ke depan," ungkapnya melalui sebuah video di Instagram.
Posting Komentar untuk "Sosok pendiri Almaz Fried Chicken, yang menyisakan 7 gerai di Indonesia"
Posting Komentar