Sepekan banjir di Jalan Kudus-Purwodadi tak surut, Pemprov Jateng diminta segera bikin saluran air - MENGGAPAI ASA

Sepekan banjir di Jalan Kudus-Purwodadi tak surut, Pemprov Jateng diminta segera bikin saluran air

Sepekan banjir di Jalan Kudus-Purwodadi tak surut, Pemprov Jateng diminta segera bikin saluran air
Ringkasan Berita:
  • Jalan Kudus- Purwodadi tergenang banjir setinggi 30 sentimeter, Minggu.
  • Banjir tersebut telah menggenangi selama sepekan terakhir.
  • Warga dan Pemkab Kudus berharap Pemprov Jateng turun tangan membuat saluran air untuk mengatasi banjir yang langganan terjadi saat musim hujan datang.
 

menggapaiasa.com, KUDUS – Banjir setinggi 30 sentimeter masih menggenangi Jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya mulai dari Proliman Tanjungkarang sampai Desa Jetiskapuan.

Kondisi ini telah berlangsung sekitar sepekan.

Warga pun mengeluhkan banjir di jalan provinsi yang tak kunjung surut ini.

Selain menghambat lalu lintas, acapkali motor warga yang menerobos banjir mogok hingga harus didorong. 

Taufik Hidayat (32), satu di antara korban motor mogok mengatakan, motor matik yang dikendarai mati mesin saat menerobos banjir Kudus di jalur tersebut.

Dia dalam perjalanan ke rumah orangtuanya di Desa Wates, Kecamatan Undaan. 

Taufik terpaksa menepi dan meminta istri serta anaknya berusia dua tahun turun.

Taufik sejenak mendiamkan motornya untuk kemudian dihidupkan lagi lewat cara distarter menggunakan kaki.

Motornya hidup namun dia ragu kembali melewati jalan yang digenangi banjir.

"Saya tinggal di Ploso, Kecamatan Jati. Ini mau balik ke rumah orangtua di Desa Wates, Kecamatan Undaan, malah mogok motor saya," keluh Taufik saat ditemui di lokasi banjir, Minggu (18/1/2026).

Banjir yang terjadi di jalan provinsi tersebut terjadi hampir setiap tahun saat musim hujan.

Aktivitas warga terhambat karenanya.

Bagi Taufik, banjir yang terjadi di jalan tersebut harusnya menjadi perhatian.

Sebab, jalur tersebut merupakan akses utama bagi warga Kudus selatan, terutama yang ada di Kecamatan Undaan, untuk menuju Kota Kudus.

"Untuk aktivitas sehari-hari pasti sangat terganggu."

"Hanya satu akses (jalan) ini, sangat menyulitkan kami sebagai warga Kudus," kata Taufik.

Butuh Saluran Air

Sementara itu Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, banjir langganan yang menggenangi Jalan Kudus-Purwodadi tersebut memang perlu dicarikan solusi.

Dia berharap, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bisa segera mengatasi.

Bagaimana pun, jalan tersebut menjadi wewenang mereka.

Sam’ani mengusulkan agar dibuatkan saluran air di jalan tersebut.

Saluran tersebut nantinya akan mengalirkan air menuju Sungai Bakinah maupun Kencing.

Dari situ air akan mengalir ke kolam retensi di Jati Wetan untuk kemudian air disedot dan dialirkan ke Sungai Wulan.

Banjir yang menggenang di Jalan Kudus-Purwodadi tersebut, kata Sam’ani, merupakan genangan air dari wilayah timur atau Desa Gulang.

Di sana juga terjadi banjir akibat luapan sejumlah sungai.

Misalnya, dari Sungai Piji maupun Sungai Dawe.

Dua sungai tersebut hulunya ada di lereng Gunung Muria.

Saat air dari lereng Muria turun, harusnya mengalir ke selatan untuk kemudian ke barat dan ke timur. 

Air yang mengalir ke barat melalui Sungai Bakinah atau Kencing.

Sedangkan air yang mengalir ke timur melalui sungai yang tembus sampai Juwana, Pati.

Tetapi, aliran air tersebut terhambat karena posisi air di sungai yang mengarah ke Pati debitnya tinggi.

Kata Sam’ani, air tersebut tidak bisa mengalir lancar ke arah Sungai Juwana.

"Air yang seharusnya mengarah ke Juwana tersendat karena terjadi banjir," kata dia. (*)

Posting Komentar untuk "Sepekan banjir di Jalan Kudus-Purwodadi tak surut, Pemprov Jateng diminta segera bikin saluran air"