Pilu warga Sumberrejo Jepara, 3 hari 2 kali banjir bandang, 375 jiwa terdampak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260110-_EVAKUASI-LONGSOR-JEPARA-Alat-berat-dan-relawan.jpg)
menggapaiasa.com, JEPARA -Warga di dua dukuh Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Jepara tak bisa berbuat banyak karena banjir bandang yang menerjang wilayahnya.
Bahkan, banjir tersebut sudah dua kali terjadi selama tiga hari terakhir ini.
Dari informasi, banjir tersebut dipicu oleh luapan air Sungai Tempuran.
Sementara itu, akses warga di Desa Tempur, Kecamatan Keling juga terganggu lantaran banyaknya titik longsor di wilayah tersebut.
Saat ini BPBD ekstra kerja keras untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk juga mendirikan dapur umum untuk kebutuhan makan-minum warga terdampak.
Ya, banjir bandang menerjang Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, sejak Kamis (8/1/2026) hingga Sabtu (10/1/2026).
Peristiwa ini menyebabkan ratusan rumah warga terdampak serta mengganggu aktivitas masyarakat akibat luapan Sungai Tempuran setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Kalakhar BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menjelaskan, banjir bandang di Desa Sumberrejo terjadi dua kali dalam kurun waktu tiga hari.
Banjir pertama terjadi pada Kamis (8/1/2026) sekira pukul 20.00, sementara banjir kedua kembali melanda pada Sabtu (10/1/2026) mulai pukul 09.30.
"Banjir bandang sebanyak dua kali disebabkan meluapnya Sungai Tempuran. Ketinggian air paling tinggi mencapai 1,5 meter," ujar Arwin seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (11/1/2026).
Penyebab Banjir Bandang
Arwin menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Tempuran.
Debit air meningkat drastis dalam waktu singkat sehingga tidak mampu tertampung oleh badan sungai.
Kondisi geografis wilayah yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai memperbesar risiko banjir bandang ketika hujan lebat terjadi secara terus-menerus.
Pada banjir pertama, air merendam Dukuh Tempur dan Dukuh Pendem.
Air baru surut pada Jumat (9/1/2026) sekira pukul 03.00. Namun hujan kembali turun sehingga banjir bandang kembali terjadi keesokan harinya.
Pada kejadian kedua, ketinggian air tercatat mencapai sekira 1 meter di titik terdalam sebelum berangsur surut pada siang hari.
Wilayah Terdampak Banjir
Berdasarkan pendataan sementara BPBD Kabupaten Jepara, banjir bandang berdampak pada ratusan warga di dua dukuh, yakni Dukuh Tempur dan Dukuh Pendem.
1. Dukuh Tempur:
- RW 01 RT 01: 11 keluarga, 31 jiwa
- RW 01 RT 02: 51 keluarga, 128 jiwa
- RW 01 RT 03: 33 keluarga, 91 jiwa
- RW 02 RT 01: 9 keluarga, 16 jiwa
2. Dukuh Pendem:
- RW 02 RT 02: 6 keluarga, 14 jiwa
- RW 02 RT 03: 18 keluarga, 55 jiwa
- Bantaran sungai bawah RT 01 RW 03: 4 keluarga, 40 jiwa
Sebagian besar rumah warga terendam air, menyebabkan perabot rumah tangga rusak dan aktivitas memasak tidak dapat dilakukan.
Langkah Darurat Pemkab Jepara
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Jepara bersama pemerintah desa dan unsur masyarakat setempat membuka dapur umum di aula Balai Desa Sumberrejo sejak Sabtu (10/1/2026) pukul 13.30.
Dapur umum tersebut dikelola oleh anggota PKK dan kader desa.
"Kami menyiapkan sekira 200 nasi bungkus untuk warga terdampak," kata Arwin.
Dia menambahkan, distribusi bantuan makanan akan difokuskan sesuai prioritas wilayah terdampak terparah, mengingat keterbatasan logistik dan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Meski kondisi air telah surut, BPBD mengingatkan warga agar tetap waspada.
Cuaca di Desa Sumberrejo masih dilaporkan gerimis dan berpotensi hujan, sehingga risiko banjir susulan masih terbuka.
"Kebutuhan darurat saat ini adalah logistik makanan dan minuman bagi warga, karena sebagian besar tidak bisa memasak akibat perabot rumah tangga terendam," ujar Arwin.
BPBD juga mengimbau warga untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan diri beraktivitas di area rawan banjir.
Kondisi Longsor di Jepara
Selain banjir bandang, Kabupaten Jepara juga dilanda bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling.
Puluhan titik longsor dilaporkan menutup akses jalan utama menuju Kota Jepara, terutama jalur yang menjadi satu-satunya akses keluar masuk desa.
"Dampak longsor sangat dirasakan warga karena menutupi satu-satunya akses jalan."
"Untuk sementara, jalur hanya bisa dilalui sepeda motor," kata Arwin.
BPBD mencatat sedikitnya 18 titik longsor besar dengan panjang material longsoran antara enam meter hingga lebih dari 100 meter dan ketebalan 0,5 hingga 2 meter.
Di kawasan Kedung Ombo, badan jalan sepanjang 60–70 meter bahkan dilaporkan hanyut terbawa arus sungai. (*)
Sumber Kompas.com
Posting Komentar untuk "Pilu warga Sumberrejo Jepara, 3 hari 2 kali banjir bandang, 375 jiwa terdampak"
Posting Komentar