Pengamat usul kuota mudik motor gratis dialihkan ke bus-kereta, ini alasannya

menggapaiasa.com, JAKARTA — Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mendorong pemerintah meniadakan mudik motor gratis dan mengalihkannya untuk menambah kuota mudik gratis bus dan kereta.
Djoko mengatakan bahwa sepeda motor tetap menjadi pilihan karena jauh lebih ekonomis dibanding tiket transportasi umum yang harganya melonjak dua kali lipat saat Lebaran. Selain faktor biaya, pemudik memilih motor demi fleksibilitas waktu istirahat, meskipun risiko kecelakaan tetap membayangi sepanjang perjalanan.
“Anggaran mudik gratis sepeda motor sebaiknya dialihkan untuk menambah kuota bus, mengingat selama ini penyerapannya kurang dari 1% dan tidak efektif mengurangi kepadatan motor di jalan raya,” kata Djoko kepada Bisnis, Minggu (25/1/2026).
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa ketersediaan sepeda motor di daerah sudah melimpah sehingga pemudik tetap bisa bersilaturahmi menggunakan kendaraan milik keluarga atau jasa sewa lokal.
Meski data Korlantas menunjukkan penurunan signifikan pada angka kecelakaan Lebaran 2025, tetapi keterlibatan sepeda motor tetap menjadi perhatian serius. Hal ini dipicu oleh matinya angkutan umum lokal di daerah yang memaksa pemudik tetap membawa sepeda motor.
Oleh karena itu, edukasi mengenai pembatasan muatan dan kewajiban istirahat menjadi kunci keselamatan yang tidak bisa ditawar.
“Evaluasi Mudik Lebaran 2025 harus menjadi titik balik bagi Mudik Lebaran 2026. Pemerintah wajib mengembalikan anggaran keselamatan dan berani melarang tegas penggunaan sepeda motor bagi pemudik dengan anak-anak,” tutup Djoko.
Selain itu, dia juga menyoroti kondisi jalan gelap di sejumlah titik serta perlunya antisipasi kecelakaan akibat jalan rusak di seluruh jalan nasional, menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Djoko menyampaikan, dua hal tersebut menjadi krusial karena berdampak pada keselamatan masyarakat yang melewati jalan tersebut. Saat ini pun, tak sedikit jalan rusak imbas hujan berkepanjangan dan menyebabkan kecelakaan.
Terlebih, dirinya memprediksi masyarakat akan lebih banyak memilih mudik menggunakan sepeda motor di tengah kondisi ekonomi terkini.
“Karena kondisi ekonomi, masyarakat diperkirakan cenderung lebih memilih mudik pakai motor. Padahal sepeda motor kalu di jalan rusak rentan kecelakaan,” ujarnya.
Pilihan perbaikan jalan pun menjadi sia-sia, mengingat potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Misalnya di DKI Jakarta, BMKG melaporkan dalam tiga hari ke depan diprediksi masih akan terjadi hujan sedang hingga lebat.
Untuk itu, Djoko meminta pemerintah untuk memberikan informasi terkait adanya jalan rusak. Sementara bagi pengemudi, untuk tetap waspada dan berhati-hati saat berkendara di tengah kondisi terkini.
Adapun, terkait dengan penerangan yang menjadi persoalan di jalan-jalan nasional, Djoko meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menambah anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memastikan seluruh jalan tak lagi gelap.
Posting Komentar untuk "Pengamat usul kuota mudik motor gratis dialihkan ke bus-kereta, ini alasannya"
Posting Komentar