Pelayaran ke TN Komodo ditutup karena gelombang tinggi, hormati pencarian pelatih Valencia

LABUAN BAJO, menggapaiasa.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo belum mengizinkan kapal wisata berlayar ke Taman Nasional Komodo.

Hal ini dikarenakan adanya peringatan gelombang tinggi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) juga menekankan soal empati terhadap para korban tenggelamnya KM Putri Sakinah yang saat ini masih dalam proses pencarian.

Jumat (2/1/2026) merupakan hari ke-8 pencarian pelatih Tim B Putri Valencia dan dua orang anaknya, yang menjadi korban KM Putri Sakinah.

Penutupan Pelayaran Hanya untuk Kapal Wisata

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menyampaikan, penutupan perjalanan hanya berlaku untuk kapal wisata.

Sementara, untuk kapal-kapal penumpang tetap diizinkan berlayar.

"Penutupan hanya berlaku bagi kapal wisata," katanya, Kamis malam.

Ia menjelaskan, penutupan berlayar bagi kapal wisata ke daerah wisata perairan Labuan Bajo ini dilakukan karena ada peringatan gelombang tinggi dari BMKG Tenau Kupang.

Pelayaran akan dibuka kembali sampai berakhirnya peringatan gelombang tinggi.

"Akan dibuka kembali sampai berakhirnya peringatan gelombang tinggi," katanya.

Gubernur Minta Berempati Kepada Korban

Sementara itu, Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, meminta masyarakat dan wisatawan agar bersabar untuk tidak berwisata ke TN Komodo selama proses pencarian pelatih Valencia dan dua putrinya berlangsung.

Ia mengatakan pemerintah akan terus mengevaluasi secara berkala terkait cuaca oleh BMKG.

"Tetapi lebih daripada urusan cuaca, kita mengikuti imbauan dari pemerintah pusat agar dalam rangka juga kita berempati terhadap korban. Sehingga kita berharap betul pencarian Basarnas bersama tim sampai dengan besok ini mudah-mudahan bisa segera menemukan korban," kata Melki, Rabu (31/12/2025).

Ia mengimbau, lebih baik wisata ke TN Komodo dilakukan setelah proses pencarian dinyatakan selesai.

Karena itu, ia meminta pengertian masyarakat dan wisatawan untuk bersabar.

"Saya mohon pengertian dari seluruh masyarakat di Manggarai Barat khususnya dan wisatawan yang lagi ada di Labuan Bajo. Tentu kita ingin menikmati Labuan Bajo seperti yang sudah diangankan dari awal. Kita datang menikmati semua, tetapi dalam kondisi demikian hampir semua tempat di sini turun semua tenggelam," ungkap dia.

Pantauan menggapaiasa.com, suasana di Pelabuhan Marina Labuan Bajo tampak sepih.

Tidak ada lalu lalang wisatawan seperti biasanya. Kapal-kapal wisata tampak berlabuh di sekitar pelabuhan.

KM Putri Sakinah Tenggelam

Diberitakan sebelumnya, KM Putri Sakinah pada Jumat (26/12/2025) lalu membawa 11 orang berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar sekitar pukul 20.00 Wita.  

Namun, pada 20.30 Wita, kapal mengalami mati mesin dan tenggelam. Tujuh orang berhasil dievakuasi ke Labuan Bajo oleh tim SAR gabungan.  

Sementara, empat korban lainnya hilang. Identitas korban diketahui sebagai pelatih Tim B Putri Valencia bersama tiga orang anaknya.

Sementara ini, satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Posting Komentar untuk "Pelayaran ke TN Komodo ditutup karena gelombang tinggi, hormati pencarian pelatih Valencia"