Peduli Aceh, relawan Tasikmalaya kirim 7 ton logistik dan dirikan dapur umum di wilayah terdampak bencana
KABAR-PRIANGAN.COM - Relawan Tasikmalaya yang mengatasnamakan Hi Look Bergerak bersama Warung Makan Gratis (WMG) Sijum Tasikmalaya, Jawa Barat, resmi memberangkatkan 11 orang untuk bantuan kemanusiaan korban banjir dan longsor di wilayah Aceh, lebih tepatnya di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Rombongan bantuan diberangkatkan dari Tasikmalaya dan melaksanakan penerbangan melalui Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, menuju Bandara Rembele, Banda Aceh, pada esok, Senin, 12 Januari 2026. Sedangkan, penurunan logistik bantuan dari Tasikmalaya ke Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, telah dilakukan sejak Sabtu, 10 Januari 2026.
Terkumpul 7 Ton Bantuan
Total bantuan yang dihimpun melalui gerakan sosial penggalangan donasi dari berbagai donatur di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya ini terkumpul sebanyak 7 ton dan masih menunggu tambahan sekitar 3 ton yang diperkirakan akan terus bertambah. Bantuan tersebut terdiri dari 2 ton beras, 750 paket pakaian dan alat salat, 5.000 Al-Qur’an, bahan makanan, makanan ringan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Buka Dapur Umum
Bantuan direncanakan akan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor, khususnya di Kabupaten Bener Meriah dan Takengon, Aceh Utara, serta daerah sekitarnya yang mengalami dampak paling parah akibat bencana. Selain pengiriman logistik, Warung Makan Gratis Sijum juga akan membuka dapur umum selama kurang lebih 10 hari.
Dapur umum tersebut berlokasi di Posko Mandale, tepatnya di kawasan Dua Jalur Mandale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Dari posko tersebut, relawan akan mendistribusikan makanan siap saji dan bantuan logistik ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Utara. “Alhamdulillah, kami akan mengirimkan bantuan logistik ke Bener Meriah Aceh Utara. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena bencana,” kata Emak Alia dari Warung Makan Gratis Sijum pada Minggu, 11 Januari 2026.
Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang besar. Hingga 9 Januari 2026, tercatat lebih dari 1.182 jiwa meninggal dunia, sementara ratusan ribu warga lainnya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Distribusi bantuan ini menjadi bagian dari upaya mendukung penanganan bencana di Aceh yang hingga kini masih berstatus tanggap darurat sampai 22 Januari 2026. Fokus utama bantuan ini menurut Emak Alia akan diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar para korban, sekaligus membantu proses pemulihan di wilayah Bener Meriah, Takengon, Aceh Utara, dan daerah terdampak lainnya.***
Posting Komentar untuk "Peduli Aceh, relawan Tasikmalaya kirim 7 ton logistik dan dirikan dapur umum di wilayah terdampak bencana"
Posting Komentar