Operator tol siapkan langkah hadapi puncak arus balik Nataru

PERUSAHAAN pengelola jalan tol menyiapkan sejumlah langkah antisipasi dalam menghadapi puncak arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru yang diperkirakan terjadi pada akhir pekan ini.

PT Jasamarga Transjawa Tol, misalnya, memperbanyak layanan gardu menuju arah Jakarta di Gerbang Tol Cikampek Utama. kenaikan arus kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek mulai terpantau sejak kemarin, Jumat, 2 Januari 2026, pukul 14.00 WIB," ujar VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo seperti dikutip dari Antara, Jumat, 2 Januari 2026.

Saat itu, dari pantauan arus lalu lintas di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek terlihat ada sekitar 2.000 kendaraan per jam yang melintas. JTT juga mengoptimalkan pelayanan di Gerbang Tol Cikampek Utama dengan pengaturan jumlah gardu operasi yang diberlakukan mulai pukul 15.30 WIB.

Adapun pengaturan operasional yang diterapkan mencakup pengoperasian 18 gardu transaksi ke arah Jakarta serta 12 gardu transaksi ke arah Trans Jawa. Hal ini untuk mengantisipasi potensi antrean kendaraan, sekaligus memastikan proses transaksi tetap berjalan lancar di tengah peningkatan volume lalu lintas yang terjadi secara bertahap.

Pada periode H-2 sampai H-1 libur Tahun Baru (30-31 Desember 2025), JTT mencatat sebanyak 299.454 kendaraan melintasi ruas Tol Jakarta-Cikampek menuju wilayah timur Trans Jawa. Jumlah kendaraan yang melintas itu naik 38,17 persen dari lalu lintas normal sebanyak 216.725 kendaraan.

Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas melalui enam Gerbang Tol (GT) Utama di wilayah Trans Jawa, yaitu GT Cikampek Utama (ke arah Trans Jawa), GT Kalikangkung (ke arah Semarang), GT Banyumanik (ke arah Solo), GT Warugunung (ke arah Surabaya), GT Kejapanan Utama (ke arah Malang), dan GT Singosari (ke arah Malang).

Khusus di GT Cikampek Utama, pada H-2 sampai H-1 periode libur Tahun Baru 2026, tercatat sebanyak 69.180 kendaraan melintas melalui GT Cikampek Utama. Jumlah itu meningkat 28,56 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 53.811 kendaraan. Sedangkan untuk kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa tercatat sebanyak 55.660 kendaraan atau meningkat 9,06 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 51.038 kendaraan.

Sementara itu, Chief Operating Officer ASTRA Infra Group, Rinaldi, mengungkapkan puncak arus balik libur Nataru di ruas Tol Tangerang-Merak dan Cikopo-Palimanan (Cipali) terjadi pada 3 hingga 5 Januari 2026. "Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk disiplin berlalu lintas dan mengikuti imbauan keselamatan demi kelancaran bersama," ujar Rinaldi.

Adapun puncak arus balik di ruas Tol Jombang-Mojokerto, puncak arus balik diprediksi terjadi lebih awal, yakni pada 2 hingga 4 Januari 2026. Berdasarkan data pada H+7 Hari Raya Natal atau 1 Januari 2026, tercatat total 241.666 kendaraan melintasi ketiga ruas tol kelolaan ASTRA Infra.

Rinciannya, Tol Tangerang-Merak dilintasi 123 ribu kendaraan, Tol Cipali 78 ribu kendaraan naik 39,59 persen dari normal, dan Tol Jombang-Mojokerto 39 ribu kendaraan naik 46,85 persen dari normal.

Sebelumnya Korps Lalu Lintas Polri memprediksi arus balik mudik Natal dan tahun baru terjadi pada 4 Januari 2025. Puncak arus balik diprediksi mundur dari perkiraan sebelumnya lantaran adanya kebijakan work from anywhere atau kerja di mana saja.

"Dengan adanya kebijakan WFA, terjadi pergeseran arus balik. Yang semula direncanakan pada 2 Januari, ada kemungkinan bergeser ke 4 Januari," kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho dalam keterangan tertulis, Sabtu, 27 Desember 2025.

Agus mengatakan 2,8 juta kendaraan akan kembali ke Jakarta pada masa arus balik. Dengan demikian, Korlantas Polri akan menambah personel untuk menjaga sejumlah titik strategis dengan volume kendaraan tinggi.

Posting Komentar untuk "Operator tol siapkan langkah hadapi puncak arus balik Nataru"