Nasib Holis diintimidasi keluarga kades imbas viralkan jalan rusak di Garut, KDM: Jangan mengancam - MENGGAPAI ASA

Nasib Holis diintimidasi keluarga kades imbas viralkan jalan rusak di Garut, KDM: Jangan mengancam

Ringkasan Berita:
  • Holis, warga Kampung Babakangadoh RT01 RW06, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diintimidasi keluarga kades.
  • Dalam video yang diunggahnya Holis terlihat dimaki-maki keluarga kepala desa, diantara mereka bahkan mengucapkan kalimat hinaan terhadap korban.
  • Holis Muhlisin menjadi sorotan publik setelah membagikan kondisi infrastruktur jalan rusak di wilayah tempat tinggalnya.
 

menggapaiasa.comSeorang pemuda, Holis Muhlisin (31), diancam hingga dilapor ke polisi imbas viralkan jalan rusak di Garut.

Adapun sosok yang melakukan pengancaman terhadap Holis adalah keluarga kepala desa (kades) di wilayah tempat tinggalnya.

Holis merupakan warga Kampung Babakangadoh RT01 RW06, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kasus ini mendapat perhatian dari orang nomor satu di Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat itu mengingatkan kepada pejabat publik untuk tidak anti kritik.

"Jangan pernah melakukan intimidasi (atau) pengancaman, dalam dunia yang sudah serba terbuka,"

"Kita ini aparat kalo ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan harus kita terima dengan lapang dada," ujarnya dalam unggahan Instagram pribadinya, Sabtu (3/1/2026) malam.

Awal Mula Holis Diintimidasi

Holis Muhlisin (31) mendadak viral setelah videonya jadi korban intimidasi oleh keluarga kepala desa lantaran kerap mengunggah kondisi infrastruktur rusak di desanya, beredar luas.

Video peristiwa intimidasi itu viral hingga ditonton lebih dari satu juta netizen di akun Facebook miliknya.

Dalam video yang diunggahnya, Holis terlihat dimaki-maki keluarga kepala desa, di antara mereka bahkan mengucapkan kalimat hinaan.

Holis dicaci maki keluarga kades yang terdiri atas istri, anak, menantu serta keponakannya.

Mereka tidak terima atas unggahan jalan rusak Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Iya betul itu adalah saya, kejadiannya tanggal 27 Oktober 2025, kemudian saya posting di Facebook 31 Desember 2025," ujarnya melalui sambungan telepon dengan TribunJabar, Sabtu (3/1/2025) malam.

Ia menuturkan, peristiwa tersebut bermula saat dirinya hendak bertemu dengan seseorang di wilayah desanya untuk membicarakan urusan akun Facebook.

Namun, singkat cerita pertemuan itu ternyata dilakukan di halaman rumah sang kepala desa yakni di Kampung Pasircamat.

"Padahal urusan saya dengan teman soal akun Facebook palsu sudah selesai, tapi tiba-tiba ada beberapa keluarga kepala desa yang mengintimidasi saya," ungkapnya.

Holis mengaku sempat mendapatkan kekerasan berupa cekikan di leher dan pukulan di punggungnya.

"Saya sebagai korban tidak enak digituin sama orang lain. Saya melakukam (posting video) untuk kemajuan desa," ucapnya.

Dalam video yang diunggahnya Holis terlihat dimaki-maki keluarga kepala desa, diantara mereka bahkan mengucapkan kalimat hinaan terhadap korban.

Holis terlihat hanya bisa terdiam, sementara dua laki-laki dan satu perempuan terus memaki-makinya.

"Video itu direkam oleh teman saya yang sebelumnya janjian dengan saya," ungkapnya.

Holis merupakan seorang pedagang telur keliling yang setiap hari berkeliling dari kampung ke kampung. 

Dalam aktivitasnya tersebut, ia kerap melintasi berbagai ruas jalan yang kondisinya rusak, berlubang, dan sulit dilalui.

Ia menuturkan, kondisi jalan yang memprihatinkan itu tidak jarang menyulitkan dirinya saat berdagang, bahkan berisiko merusak kendaraan.

Berangkat dari pengalaman tersebut, ia kemudian sering mengunggah keprihatinannya terhadap kondisi jalan melalui media sosial dengan harapan keluhan itu dapat menjadi perhatian pihak terkait termasuk pemerintah desa agar segera dilakukan perbaikan.

"Tidak hanya untuk saya sendiri, tapi demi kemajuan desa demi masyarakat desa," ungkapnya.

Dipanggil BPD untuk Klarifikasi

Sebelumnya pada tanggal 14 Oktober, Holis mengaku sempat dipanggil oleh Badan Permusyawatan Desa (BPD) Panggalih untuk mengklarifikasi unggahannya di Facebook soal jalan rusak.

Dalam pertemuan tersebut, kata Holis, BPD mengingatkan dirinya agar mengkritik secara santun dengan tidak menyebutkan nama desa.

"Sebetulnya saya juga takut pas upload, tapi saya ingat kata Pak Gubernur agar mengunggah pembangunan di desa," tandasnya.

Tribunjabar.id telah mencoba melakukan konfirmasi terkait peristiwa tersebut melalui Badan Permusyawatan Desa (BPD), hingga Minggu malam yang bersangkutan belum memberikan respons. 

Dipanggil Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut merespons video viral tersebut.

KDM mengingatkan pemerintah setingkat desa hingga rukun warga agar tidak pernah melakukan intimidasi terhadap warga yang melakukan kritik pembangunan yang belum berkeadilan.

Ia mengingatkan agar jangan pernah melakukan intimidasi dan pengancaman dalam dunia yang sudah serba terbuka.

"Kita ini aparat, kalo ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan, harus kita terima dengan lapang dada," ujarnya dalam unggahan Instagram pribadinya, Sabtu (3/1/2026) malam.

Dedi meminta semua pihak harus berusaha untuk melakukan perubahan dan perbaikan karena saat ini sudah bukan zamannya mencaci-maki orang yang mengkritik kinerja pemerintah.

Ia berharap peristiwa di Kecamatan Cisewu tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Ia memerintahkan pemerintah di Cisewu dan Bupati Garut agar melakukan rekonsiliasi dan perbaikan pembangunan.

"Jangan membiarkan ada tindakan intimidatif terhadap terhadap kritik," kata Dedi.

Saat dihubungi Tribun, Holis menyebut bahwa dirinya tengah bersiap-siap berangkat ke Lembur Pakuan untuk bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Saya ditelpon ajudan untuk menghadap Pak Gubernur Dedi Mulyadi malam ini," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id, Sabtu (3/1/2/2026).

Namun Holis mengaku belum mengetahui secara pasti apa yang nantinya akan dibahas orang nomor satu di Jawa Barat itu.

(menggapaiasa.com/TribunJabar.id/TribunSumsel.com)

Posting Komentar untuk "Nasib Holis diintimidasi keluarga kades imbas viralkan jalan rusak di Garut, KDM: Jangan mengancam"