Melihat produksi ikan asap khas Kotabaru Kalsel, Maje selalu pantau tingkat kematangan - MENGGAPAI ASA

Melihat produksi ikan asap khas Kotabaru Kalsel, Maje selalu pantau tingkat kematangan

Melihat produksi ikan asap khas Kotabaru Kalsel, Maje selalu pantau tingkat kematangan

menggapaiasa.com, KOTABARU - Berada di wilayah pesisir, Kotabaru tak hanya dikenal kaya dengan hasil laut, berbagai hasil turunannya pun tersedia. Tak hanya amplang, produk lain yang cukup dikenal adalah ikan asap.

Salah satu yang cukup dikenal adalah Ikan Asap Pak Maje. Lokasi pengolahannya berada di Desa Sarang Tiung, Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kotabaru, sekitar 7 km dari pusat kota.

Adalah Majenun, pemilik usaha Ikan Asap Pak Maje. Meski terbilang sederhana, usaha ikan asap laki-laki berusia 61 tahun ini cukup menyita perhatian. Pasalnya, Pak Maje satu-satunya usaha ini yang bertahan di kawasan Pulaulaut Sigam, Kabupaten Kotabaru.

Dalam sebulan, Maje dapat meraup untung berkisar Rp 2 juta dengan jumlah ratusan ekor ikan yang diasap.

Adapun jenis ikan yang diproduksi seperti tongkol, kembung, terisi, dan pari.

“Dijual per ekor dan untuk pari per potong. Dari kisaran 17 ribu rupiah hingga 35 ribu rupiah,” sebut Maje sambil menunjukan ikan asap hasil olahannya.

Diakui, dulunya ada beberapa pelaku usaha di bidang ini dari pembinaan PT Arutmin NPLCT. Namun kini hanya dirinya sendiri yang bertahan dan tetap produktif mengasap ikan.

“Sampai saat ini saya masih mengasap, ikan yang dipasok PT Arutmin sebagai pembina,” ucapnya, Minggu (28/12/2025) lalu.

Dikisahannya, usaha ini tak hanya menjadi peluang baru dalam bidang kuliner di Kotabaru, namun juga mengoptimalkan hasil laut yang kadang hanya dijual sebagai ikan segar maupun ikan asin.

Guna menghasilkan kualitas terbaik, proses pengolahan ikan asap Pak Maje Terbilang rumit.

Dituturkan Majenun, pemilik usaha, proses pertama ikan segar dibersihkan.

Berikutnya diasap dengan beberapa tahapan dengan bahan bakar berbeda, seperti sabut dan tempurung, kemudian dengan arang. “Lama sekali mengasap empat jam prosesnya,” beber Maje.

Adapun berbeda-beda bahan bakar yang digunakan, yakni agar tingkat kematangannya sempurna dan awet untuk disimpan dengan waktu lebih lama.

Diakui Maje, untuk menjalankan usaha ini terbilang harus sabar dan telaten. Ketepatan tingkat kematangan dan menjaga kualitas ikan agar tetap terjaga nyaman bagi pelanggan.

Selama ini, Maje mengasap ikan dengan menggunakan drum yang didesain sederhana, dengan pintu dibagian samping dan bahan bakar di bagian bawah.

Pengasapan ia lakukan tepat di depan rumah, tanpa menggunakan ruang khusus.

Dituturkan Majenun, pemilik usaha rumahan ini, saat ini ia rutin memproduksi dalam sebulan beberapa kali. “Selain itu, dijual juga di Wisata Kampung Nelayan Desa Sarang Tiung,” sebutnya.

Ditambahkan Pak Maje, selain bisa langsung disantap langsung, ikan asapnya juga cocok untuk dimasak dengan santan, terutama jenis pari asap.

Adapun harga per ekor ikan tongkol Rp 35 ribu, ikan kembung, terisi dan pari per potong Rp 17 ribu.

Dalam sekali mengasap, kapasitas drum yang didesain khusus mampu menampung hingga 40 ekor ikan. (menggapaiasa.com/Muhammad Tabri)

Posting Komentar untuk "Melihat produksi ikan asap khas Kotabaru Kalsel, Maje selalu pantau tingkat kematangan"