Laptop ini jarang dibahas, tapi banyak dipakai bertahun-tahun tanpa ganti
Suara Flores - Di tengah gempuran laptop baru dengan spesifikasi tinggi dan promosi agresif, sebagian pengguna justru mengambil keputusan berbeda. Alih-alih mengejar model terbaru, mereka memilih laptop yang dikenal stabil, jarang bermasalah, dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Pola ini semakin terlihat di awal 2026, terutama di kalangan pekerja dan mahasiswa. Salah satu laptop yang masuk dalam kategori tersebut adalah ASUS VivoBook 14. Perangkat ini tidak selalu muncul sebagai laptop paling viral, namun banyak digunakan sebagai laptop kerja dan belajar dalam waktu bertahun-tahun. Stabilitas sistem dan kemudahan perawatan menjadi alasan utama mengapa laptop ini tetap dipertahankan penggunanya.
ASUS VivoBook 14 dirancang dengan pendekatan praktis. Desainnya tidak berlebihan, namun cukup solid untuk penggunaan harian. Banyak pengguna menilai laptop ini cocok digunakan untuk jangka panjang karena tidak mudah panas dan tetap nyaman meski digunakan berjam-jam setiap hari.
Kenyamanan penggunaan menjadi faktor penting dalam pemilihan laptop jangka panjang. VivoBook 14 menawarkan ukuran layar 14 inci yang dianggap ideal: tidak terlalu besar untuk dibawa, namun cukup lega untuk bekerja. Untuk aktivitas seperti mengetik, membaca dokumen, dan mengikuti rapat daring, ukuran ini dinilai pas.
Keyboard menjadi salah satu aspek yang sering disorot pengguna. Tata letak tombol yang nyaman dan responsif membuat laptop ini banyak dipilih oleh mereka yang bekerja dengan dokumen dalam waktu lama. Kenyamanan mengetik menjadi nilai penting yang sering kali tidak tercermin di spesifikasi, namun terasa dalam penggunaan nyata.
Dari sisi performa, ASUS VivoBook 14 tidak mengejar performa ekstrem. Laptop ini hadir dengan pilihan prosesor Intel Core atau AMD Ryzen kelas menengah yang difokuskan pada kestabilan. Pendekatan ini membuat sistem berjalan konsisten untuk pekerjaan kantor, tugas kuliah, hingga multitasking ringan.
Penggunaan penyimpanan SSD menjadi salah satu faktor yang memperpanjang usia pakai laptop ini. Dengan SSD, sistem terasa responsif meski telah digunakan dalam waktu lama. Banyak pengguna menyebut performa tetap terasa ringan meski laptop sudah dipakai lebih dari dua tahun.
Daya tahan baterai juga menjadi pertimbangan. VivoBook 14 dirancang untuk menemani aktivitas kerja harian tanpa harus terus tersambung ke charger. Untuk penggunaan standar seperti mengetik, browsing, dan rapat daring, baterai dinilai cukup tahan.
Dari segi perawatan, laptop ini dikenal relatif mudah dirawat. Ketersediaan servis resmi dan suku cadang di Indonesia menjadi nilai tambah. Bagi pengguna yang memikirkan penggunaan jangka panjang, faktor ini sering kali lebih penting dibandingkan spesifikasi tinggi.
Harga menjadi pertimbangan akhir. Di pasar Indonesia awal 2026, ASUS VivoBook 14 berada di kisaran Rp7 juta hingga Rp10 juta, tergantung konfigurasi. Rentang harga ini dinilai masuk akal untuk laptop yang ditujukan sebagai perangkat kerja dan belajar jangka panjang.
Pengamat teknologi menilai, meningkatnya minat terhadap laptop yang stabil menunjukkan perubahan pola konsumsi. Banyak pengguna kini lebih memilih perangkat yang “aman dipakai lama” dibandingkan laptop dengan fitur canggih namun cepat berganti.
Dengan karakter yang stabil, nyaman digunakan, dan mudah dirawat, ASUS VivoBook 14 tetap menjadi pilihan bagi pengguna yang mengutamakan keandalan. Laptop ini membuktikan bahwa tidak semua perangkat harus baru atau viral untuk menjadi relevan.
Penulis: Firdan Nubatonis
Posting Komentar untuk "Laptop ini jarang dibahas, tapi banyak dipakai bertahun-tahun tanpa ganti"
Posting Komentar