Konsumen makin selektif beli apartemen gegara banyak yang mangkrak - MENGGAPAI ASA

Konsumen makin selektif beli apartemen gegara banyak yang mangkrak

menggapaiasa.com, JAKARTA — Konsultan properti Colliers Indonesia mengungkap adanya pergeseran paradigma perilaku konsumen apartemen yang makin selektif membeli produk hunian vertikal lantaran marak proyek mangkrak.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengungkapkan bahwa kepastian penyelesaian proyek dan ketepatan waktu serah terima (handover) kini menjadi pertimbangan utama di atas sekadar iming-iming harga murah.

Dia juga mengatakan, konsumen saat ini cenderung memprioritaskan rekam jejak pengembang guna menghindari risiko pembangunan apartemen yang tidak selesai.

"Pembeli sekarang lebih fokus pada kepastian penyelesaian proyek. Mereka sangat selektif melihat reputasi developer dan timeline serah terima. Itulah yang menjadi concern terbesar, sehingga penjualan saat ini justru didominasi oleh proyek yang sedang dibangun, atau sekitar 60% transaksi berasal dari unit under construction," ujar Ferry dalam Media Briefing, dikutip Kamis (8/1/2026).

Sementara jika menilik pada kinerja penjualan apartemen sepanjang 2025, kondisi pasar dinilai relatif stabil, namun belum menunjukkan tren pertumbuhan yang agresif. Salah satu faktor penahannya adalah terbatasnya pasokan unit baru yang masuk ke pasar.

Berdasarkan data Colliers, total pasokan apartemen baru di Jakarta sepanjang 2025 hanya menyentuh angka 2.200 unit. Angka ini merosot tajam hingga 50% dibandingkan dengan realisasi pasokan pada 2024.

Ferry menyebut, penurunan pasokan tahunan itu terjadi lantaran banyak pengembang yang semula menjadwalkan serah terima pada akhir 2025 tetapi menggeser targetnya ke tahun 2026. Di sisi lain, beberapa proyek juga mulai mengatur ulang agenda serah terima guna menyesuaikan dengan kondisi daya serap pasar.

Lebih lanjut, mengacu pada paparan yang disampaikan, pasar apartemen Jakarta saat ini masih digerakkan oleh pengguna langsung (end-user) dengan porsi 52%, sedangkan porsi investor tercatat sebesar 48%. 

Dari sisi metode pembayaran, Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan porsi 45%, disusul tunai keras 32%, dan tunai bertahap 24%.

Ke depan, sebaran pasokan baru untuk periode 2026—2028 diprediksi akan terkonsentrasi di wilayah Jakarta Selatan dengan porsi 66%, Jakarta Timur sebesar 16%, serta Jakarta Pusat dan Jakarta Barat masing-masing menyumbang 9%.

Meskipun secara umum pasar bergerak moderat, segmen menengah dan menengah ke atas diproyeksikan tetap menjadi kontributor utama pasokan hingga 2028 mendatang. Rincian pasokan berdasarkan kelas menunjukkan kelas menengah mendominasi sebesar 45%, disusul menengah atas 42%, kelas atas 3%, dan kelas mewah 9%.

Posting Komentar untuk "Konsumen makin selektif beli apartemen gegara banyak yang mangkrak"