Kesaksian Sujak Banjir Batang: Air datang tanpa tanda

menggapaiasa.com, BATANG - Pagi belum benar-benar kering ketika Sujak (56) sudah kembali memegang sapu lidi.
Lumpur tipis masih menempel di lantai rumahnya di Dukuh Temurejo, RT 05 RW 02, Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang.
Ini bukan pertama kali, barangkali, bukan yang terakhir.
“Kalau di sini, banjir itu tahunan, Pak. Tapi yang semalam itu nggak disangka-sangka,” kata Sujak kepada Tribunjateng, Minggu (11/1/2026).
Air bah datang tiba-tiba, tanpa hujan panjang sebagai tanda.
Dalam hitungan menit, jalan kampung berubah menjadi aliran deras.
Hal serupa dirasakan hampir seluruh warga Klidang Lor.
Satu di antara tokoh masyarakat setempat, Nur Untung Slamet, menyebut warga benar-benar kaget karena air datang mendadak dan langsung tinggi.
“Begitu keluar rumah, air sudah menggenangi jalan. Tidak seperti biasanya yang kelihatan mau banjir dulu,” ujarnya.
Menurutnya, sekitar 60 persen rumah warga Klidang Lor terendam, dengan wilayah paling terdampak berada di RW 02 dan RW 03.
Di kawasan RT 4 dan RT 5 RW 02, ketinggian air di jalan bahkan mencapai sekitar 1,2 meter, sementara di dalam rumah rata-rata setinggi 50 - 60 sentimeter.
Di rumah Nur Untung Slamet sendiri, air setinggi 40 sentimeter masuk hingga ruang dalam.
“Di rumah kakak saya malah sampai 70 sentimeter dan sempat harus mengungsi,” katanya.
Air bah mulai masuk sekitar pukul 18.15 WIB dan baru berangsur surut menjelang pukul 20.10 WIB.
Menariknya, arus air sempat berbalik arah.
“Awalnya dari utara ke selatan, lalu berbalik dari selatan ke utara,” ujarnya.
Bagi warga pesisir seperti Sujak, banjir bukan hanya soal air hujan dari gunung.
Ada dua wajah banjir yang mereka kenal.
“Kalau dari laut, biasanya cuma 10–15 sentimeter. Tapi kalau kiriman dari gunung, nggak ada batasnya,” ucapnya.
Tahun lalu, lumpur bandang bahkan sempat mencapai lebih dari satu meter.
Usai banjir, aktivitas warga nyaris seragam: bersih-bersih. Mayoritas warga Klidang Lor berprofesi sebagai nelayan.
Cuaca laut yang masih bergelombang membuat banyak dari mereka memilih bertahan di rumah, membersihkan sisa endapan lumpur yang jika dibiarkan akan meninggalkan noda membandel.
“Kalau nggak langsung dibersihkan, nanti bekasnya susah hilang. Tenaganya bisa dua kali,” ujar Nur Untung Slamet.
Data laporan BPBD Batang mencatat, banjir juga merendam wilayah Karangasem Utara, mencakup enam RW dengan total 2.946 KK atau 11.784 jiwa, serta Klidang Lor sebanyak 600 KK atau 2.400 jiwa.
Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 120 sentimeter.
Sebanyak 30 warga sempat mengungsi di Masjid Al Ikhlas RW 05 sebelum kembali ke rumah masing-masing pada malam hari.
Soal penyebab, warga dan tokoh masyarakat memiliki analisa yang sama.
Pendangkalan sungai dan deretan kapal yang parkir di alur sungai dinilai memperparah banjir.
“Sungai sudah dangkal. Debit air sama, tapi tempatnya menyempit. Ditambah kapal-kapal mangkrak dan kapal baru dari galangan yang parkir di sungai, air jadi terhambat,” tegas Nur Untung Slamet.
Ia menilai, selama tidak ada penataan serius, banjir akan terus menjadi agenda tahunan.
Bahkan ia mencatat, pada awal 2025 lalu, banjir sempat terjadi hingga 11 kali dalam kurun Januari–Februari.
Sebagai warga sekaligus anggota DPRD, Nur Untung Slamet mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas.
“Harus ada aturan jelas. Kapal yang sudah diturunkan ke sungai harus segera diserahkan ke pemiliknya dan dibawa keluar. Jangan ditahan di sini terus. Yang untung segelintir, tapi yang terdampak hampir 70 persen warga Klidang Lor,” ucapnya.
Sementara itu, bagi warga seperti Sujak, harapan mereka sederhana: banjir tidak lagi menjadi rutinitas.
“Kami ini sudah biasa kebanjiran. Tapi tetap saja capek. Harapannya ya sungainya dibersihkan, kapal-kapal itu ditata. Supaya air bisa lancar ke laut,” harapnya.
Di Klidang Lor, banjir mungkin telah menjadi langganan.
Namun bagi warganya, setiap banjir tetap meninggalkan cerita lelah yang sama dan harapan yang belum juga benar-benar surut. (Ito)
Posting Komentar untuk "Kesaksian Sujak Banjir Batang: Air datang tanpa tanda"
Posting Komentar