KBRI Kamboja ungkap kondisi WNI yang bebas dari pusat scam, banyak tak pegang paspor

PHNOM PENH, menggapaiasa.com - Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto mengatakan, sudah ada lebih dari 1.440 WNI yang datang ke KBRI Phnom Penh.
Menurutnya, banyak WNI tidak memegang paspor dan menetap di Kamboja tanpa izin keimigrasian yang valid.
"Proses pendataan dan asesmen terus dilakukan terhadap WNI yang melapor ke KBRI," ujarnya saat dihubungi menggapaiasa.com, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, KBRI Phnom Penh juga telah membuat Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) secara masif bagi para WNI yang telah melengkapi proses pendataan.
Percepat proses deportasi WNI
KBRI juga terus melakukan koordinasi erat dengan otoritas Pemerintah Kamboja, termasuk kepolisian dan imigrasi, untuk mempercepat proses deportasi WNI.
"Saat ini sedang difinalisasi mekanisme untuk keringanan denda overstay dan percepatan pembuatan exit permit oleh Imigrasi Kamboja," sambungnya.
Kendati demikian, ia menyebut sudah ada 4 WNI yang kembali ke Indonesia secara mandiri pada Selasa (20/1/2026).
Selain itu, ada beberapa WNI yang datang dalam kondisi sakit dan kini telah dibawa ke fasilitas kesehatan.
Meski ribuan WNI dari pusat scam Kamboja sudah mendatangi KBRI Phnom Penh, Santo memprediksi gelombang kedatangan akan terus berlanjut.
Pihaknya mengimbau kepada WNI yang telah keluar dari perusahaan sindikat scam untuk segera melapor ke KBRI.
Hal ini dilakukan agar bisa menerima bantuan dan fasilitas keimigrasian yang diperlukan untuk kepulangan ke Indonesia.
Sebelumnya, Santo menuturkan, beberapa WNI terlibat dalam penipuan online selama bertahun-tahun, beberapa baru tiba di Kamboja beberapa bulan yang lalu.
"Sebagian masih memegang paspor mereka, sementara yang lain paspornya disita oleh sindikat," jelas dia.
"Sebagian telah tinggal melebihi batas waktu yang diizinkan, sementara yang lain masih memiliki izin tinggal yang sah di Kamboja dan berharap untuk menemukan pekerjaan lain," lanjutnya.
Diketahui, banyak pekerja asing keluar dari kompleks scam Kamboja setelah Phnom Penh mengumumkan penindakan baru menyusul penangkapan seorang terduga bos industri ilegal tersebut.
Bulan ini, Kamboja menangkap dan mendeportasi taipan kelahiran China, Chen Zhi, yang dituduh menjalankan operasi penipuan internet dari Kamboja, ke Tiongkok.
Chen, mantan penasihat pemerintah Kamboja, didakwa oleh otoritas AS pada bulan Oktober.
Posting Komentar untuk "KBRI Kamboja ungkap kondisi WNI yang bebas dari pusat scam, banyak tak pegang paspor"
Posting Komentar