Kapolda Aceh sambangi pengungsi banjir bandang Gayo Lues, disambut shalawat dan nyanyian haru warga

Ringkasan Berita:
- Irjen Pol Marzuki Ali Basyah bersama Bupati dan Kapolres Gayo Lues mengunjungi posko pengungsian korban banjir bandang di Gedung BLK Desa Lempuh, Blangkejeren.
- Kehadiran Kapolda disambut hangat dengan lantunan Shalawat Badar sebagai bentuk syukur dan penghormatan.
- Korban berharap pembangunan hunian sementara segera rampung.
Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues
menggapaiasa.com, BLANGKEJEREN - Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengunjungi posko pengungsian korban banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues yang berlokasi di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK), Desa Lempuh, Kecamatan Blangkejeren, Kamis (16/1/2026).
Sambutan Hangat Warga Pengungsi
Kedatangan Kapolda Aceh yang didampingi Bupati serta Kapolres Gayo Lues disambut hangat oleh warga pengungsi.
Suasana haru langsung terasa ketika warga melantunkan Shalawat Badar sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh menyerahkan bantuan sembako kepada para pengungsi yang berasal dari Desa Agusen.
Tidak hanya itu, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah juga secara spontan memberikan bantuan uang tunai kepada anak-anak, termasuk pelajar yang tengah mengikuti kegiatan sekolah di lokasi pengungsian.
Kapolda Aceh bersama Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo juga menyapa para ibu-ibu serta petugas dapur umum dengan memberikan bantuan uang sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril.
Momen penuh kehangatan kembali tercipta ketika sejumlah ibu-ibu pengungsi menyanyikan lagu daerah berjudul “Blang Kampungku Itepi Niwaih” (Kampung Halamanku di Pinggir Sungai).
Lagu tersebut kemudian dibalas langsung oleh Kapolda Aceh dengan menyanyikan lagu “Rumahku Ada di Sini”, yang membuat suasana semakin emosional.
Pesan Kapolda Aceh
Dalam sambutannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh korban bencana untuk tetap bersabar dan mengambil hikmah di balik musibah yang terjadi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya membangun hunian sementara serta melakukan pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Gayo Lues.
“Jangan mudah percaya pada isu-isu yang berkembang. Pemerintah memastikan seluruh korban bencana akan tetap mendapatkan bantuan. Di balik musibah ini, insyaallah ada hikmah besar yang diberikan oleh Allah SWT,” ujar Kapolda Aceh.
Sementara itu, Kepala Desa (Penghulu) Agusen, Ramadhan, menyampaikan bahwa warga Desa Agusen telah menjalani masa pengungsian selama sekitar 50 hari sejak permukiman mereka diterjang banjir bandang.
Awalnya para pengungsi sempat ditempatkan di Pendopo Bupati Gayo Lues, sebelum akhirnya dipindahkan ke Gedung BLK Desa Lempuh.
“Secara emosional, kondisi warga di posko memang cukup tinggi pascabencana. Namun hal ini perlu dimaklumi bersama, dan warga terus diimbau untuk bersabar,” katanya.
Ramadhan juga mengungkapkan bahwa banjir bandang tersebut mengakibatkan sedikitnya 95 unit rumah warga Desa Agusen hanyut dan hilang tanpa jejak.
Saat ini, para korban berharap pemerintah segera merampungkan pembangunan hunian sementara yang telah dijanjikan.
Ia menambahkan, jarak antara lokasi permukiman warga Agusen dengan posko pengungsian di Gedung BLK mencapai sekitar 20 kilometer.
Desa Agusen sendiri berada di kawasan kaki Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). (*)
Posting Komentar untuk "Kapolda Aceh sambangi pengungsi banjir bandang Gayo Lues, disambut shalawat dan nyanyian haru warga"
Posting Komentar