Jembatan gantung Alun-alun Barat Depok ditutup karena rusak, Pemkot lamban perbaiki
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/PEMKOT-DEPOK-LAMBAN-Jembatan-gantung-Alun-alun-Ba.jpg)
menggapaiasa.com, DEPOK -- Jembatan gantung Alun-alun Barat Depok di Jalan Aliandong, Kecamatan Bojongsari, ditutup sejak Desember 2025 akibat kerusakan serius setelah tertimpa pohon tumbang.
Namun hingga akhir Januari 2026 belum terlihat perbaikan di lapangan.
Kondisi jembatan dinilai membahayakan, dengan kabel penyangga menjuntai, pondasi miring, serta beton bantalan retak dan pecah.
Warga menilai penanganan terkesan lamban dan berharap Pemkot Depok segera bertindak, mengingat jembatan merupakan ikon wisata dan fasilitas publik penting.
Penutupan ini dilakukan demi keselamatan pengunjung, mengingat kondisi jembatan dinilai tidak lagi aman untuk dilintasi.
Jembatan gantung yang dikenal sebagai Jembatan Juara tersebut membentang di atas Situ 7 Muara dengan panjang sekitar 140 meter.
Selama ini, jembatan itu menjadi salah satu daya tarik utama bagi warga Depok dan pengunjung dari luar daerah karena menawarkan panorama danau sekaligus menghubungkan area Alun-alun Barat Depok dengan Jalan Haji Kenan.
Pantauan TribunnewsDepok.com, Minggu (25/1/2026), terlihat spanduk pemberitahuan terpasang di pintu masuk jembatan bertuliskan bahwa jembatan ditutup sementara karena tengah dalam proses perbaikan.
Namun, hingga kini, aktivitas perbaikan belum tampak berlangsung.
Kerusakan jembatan diduga akibat pohon tumbang yang menimpa konstruksi jembatan saat cuaca ekstrem.
Dampaknya, kabel penyangga terlihat menjuntai ke arah danau, sementara pondasi jembatan tampak miring ke salah satu sisi.
Selain itu, kondisi beton bantalan pada tiang penyangga juga mengalami retak dan pecah, yang semakin menguatkan kekhawatiran warga akan risiko keselamatan jika jembatan tetap dibuka untuk umum.
Diketahui, kerusakan tersebut telah terjadi sejak Desember 2025, namun hingga kini belum sepenuhnya tertangani.
Penutupan jembatan ini membuat sejumlah pengunjung kecewa.
Salah satunya Zahro (39), warga Sawangan, yang datang bersama suami dan anaknya dengan harapan dapat menikmati pemandangan dari atas jembatan gantung.
“Jembatan saat ini ditutup untuk umum demi keamanan bersama sebelum diperbaiki,” ujar Zahro di lokasi.
Meski tidak dapat mewujudkan keinginannya menyeberangi Situ 7 Muara, Zahro mengaku memahami langkah penutupan tersebut demi alasan keselamatan.
Namun, ia berharap Pemerintah Kota Depok dapat segera melakukan perbaikan agar jembatan kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Sayang sekali kalau terlalu lama ditutup. Pemandangannya bagus dan jadi salah satu ikon di sini,” katanya.
Warga berharap perbaikan dapat segera dilakukan secara menyeluruh, mengingat jembatan gantung tersebut bukan hanya sarana penghubung, tetapi juga bagian dari ruang publik dan destinasi rekreasi yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan. (m38)
Baca berita menggapaiasa.comlainnya di Google News dan WhatsApp
Posting Komentar untuk "Jembatan gantung Alun-alun Barat Depok ditutup karena rusak, Pemkot lamban perbaiki"
Posting Komentar