Imbas Eggi Sudjana dan Damai Lubis dapat SP3 di kasus ijazah Jokowi, Rismon Sianipar ungkit janji - MENGGAPAI ASA

Imbas Eggi Sudjana dan Damai Lubis dapat SP3 di kasus ijazah Jokowi, Rismon Sianipar ungkit janji

Imbas Eggi Sudjana dan Damai Lubis dapat SP3 di kasus ijazah Jokowi, Rismon Sianipar ungkit janji
Ringkasan Berita:
  • Status tersangka Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana dalam kasus ijazah palsu Jokowi resmi dicabut via SP3 pada 15 Januari 2026.
  • Rismon menilai langkah Damai menerima SP3 sebagai bentuk "egoisme" dan menduga ada unsur permintaan maaf di Solo demi kepentingan personal, bukan lagi demi transparansi publik.
  • Damai membantah meminta maaf; ia mengklaim pertemuan dengan Jokowi hanya silaturahmi biasa dan SP3 terbit murni karena surat pembelaan hukum yang diajukannya.
 

menggapaiasa.comStatus tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), resmi dicabut terhadap Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana.

Pencabutan status tersebut menyusul terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), Kamis (15/1/2026).

Meski demikian, langkah Damai Hari Lubis yang menerima SP3 menuai kritik dari koleganya, Rismon Sianipar, yang turut berstatus tersangka dalam kasus tersebut. 

Rismon menilai, sikap Damai cenderung mementingkan diri sendiri.

Alasan Di balik SP3 dan Tudingan Minta Maaf

Rismon menduga SP3 terbit lantaran Damai menemui Jokowi di Solo pada 8 Januari 2026 untuk meminta maaf.

Meski tudingan permintaan maaf itu telah dibantah oleh Damai, Rismon tetap memberikan kritik keras.

"Jadi yang pasti bagi saya ini (Damai menerima pencabutan status tersangka) egoisme sih," katanya, dikutip menggapaiasa.comdari program Bola Liar di YouTube Kompas TV, Sabtu (17/1/2026).

Rismon kemudian mengungkit kembali komitmen awal mereka saat mulai bergerak mengungkap keaslian ijazah tersebut pada April 2025 lalu.

Menurutnya, perjuangan itu seharusnya ditujukan untuk kepentingan transparansi publik.

"Bang DHL (Damai Hari Lubis) bagaimana kita berdiskusi panjang pada 15 April (untuk mengungkap keaslian ijazah Jokowi), untuk apa?"

"Untuk republik ini, perbaikan sistem seleksi (pencalonan) di KPU (pada pemilu) mendatang."

"Ini bukan masalah personal kita, masalah Roy Suryo, Rismon, Tifa, bukan."

"Supaya ada perbaikan sistem seleksi KPU ke depan, ada transparansi, kebutuhan rakyat untuk transparan."

"Jangan sampai ada lagi wapres tak lulus SMA, diloloskan cawapresnya itu, hanya modal surat keterangan," bebernya.

Bantah Pecah Kongsi

Rismon menegaskan bahwa kritikannya bukan berarti ia pecah kongsi.

Ia mengaku tidak pernah merasa berada dalam satu kubu dengan pihak mana pun karena fokusnya adalah pada kepentingan bangsa.

"Kalau dipecah (kongsi) itu seolah-olah ini kebutuhan personal RRT (Roy Suryo, Rismon, Tifa) dan lainnya."

"Ini kebutuhan republik ini mengetahui riwayat pendidikan presidennya yang dua periode," ujarnya.

"Perbincangan kita (Rismon dan Damai) panjang by telephone, pembicaraan kita demi negara ini, bukan kepentingan Roy, Rismon, atau Tifa," sambung Rismon.

Pernyataan Damai Hari Lubis

Damai Hari Lubis berdalih turunnya SP3 kasusnya karena dia sudah mengajukan surat pembelaan ke penyidik Polda Metro Jaya sejak 15 Desember 2025. 

Damai mengaku kedatangan dia dan Eggi Sudjana ke rumah Jokowi bukan untuk meminta kasusnya dihentikan. 

Dia mengaku diajak Eggi ke rumah Jokowi untuk menasehati Presiden ke-7 RI tersebut.

Dia menyanggupi dengan syarat tidak ada minta maaf dan tidak dipublikasikan. 

"Saya ini ke sini bukan minta maaf," katanya dikutip menggapaiasa.comdari tayangan Dua Sisi TVOne pada Jumat (16/1/2026)

Dikatakan Damai, pertemuan dengan Jokowi itu hanya silaturahmi saling menanyakan kabar. 

Saat itu Eggi menceritakan pengobatan penyakitnya di Malaysia, dan Jokowi tertarik. 

"Dia (Eggi Sudjana) kan kena tumor. Ada seminggu perkembangan dites diagnosisnya enggak ada masalah enggak nyebar. 6 bulan enggak nyebar ya kan. Mungkin Pak Jokowi sakitnya bisa di sana. Jadi bukan di KL, bukan di Penang kata Eggi. Ngobrol-ngobrol begitu aja," ujarnya. 

Damai berdalih tidak ada obrolan tentang kasus ijazah. 

"Itu sama Pak Jokowi katanya understanding. Pak Jokowi yang bilang understanding," katanya. 

Terkait video yang merekam Eggi Sudjana mengatakan Jokowi BCM, Berani, Cerdas, Militan, Damai pun kembali berdalih. 

"Saya lihat ada kata-kata insyaallah Pak Jokowi BCM berani, cerdas militan. Nah, karena di di disangka dibilang oleh Rocky Grung adalah bajingan tolol bodoh ya. Jadi kan artinya mudah-mudahan BCM kita analisanya yang benar dong yang objektif," dalihnya. 

Sementara itu, Elida Netti mengakui Eggi Sudjana secara resmi mendapat SP3 dari penyidik Polda Metro lebih dulu dibandingkan Damai Hari Lubis.  

Elida menyebut kata maaf tidak lah penting untuk kasus ini. 

"Eh menurut saya kata maaf dengan berjabat tangan atau mengucapkan itu tidaklah penting. Yang penting mereka berdamai, ikhlas kedua belah pihak, gesturnya cuman luar biasa. Mereka ee apa understanding atau apa selama ini mereka akan menjalinkan silaturahmi," katanya. 

Elida lalu menunjukkan SP3 atas nama Eggi Sudjana serta surat permohonan yang ditandatangani Jokowi.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

Posting Komentar untuk "Imbas Eggi Sudjana dan Damai Lubis dapat SP3 di kasus ijazah Jokowi, Rismon Sianipar ungkit janji"