Harga nikel mendingin lagi, RI belum kasih kepastian soal produksi - MENGGAPAI ASA

Harga nikel mendingin lagi, RI belum kasih kepastian soal produksi

menggapaiasa.com, JAKARTA — Harga nikel kembali melemah, makin turun dari level tertinggi dalam 19 bulan setelah Indonesia tidak memberikan rincian mengenai pemangkasan produksi yang sebelumnya memicu reli tajam.

Berdasarkan data Bloomberg, harga nikel di London Metal Exchange (LME) diperdagangkan turun 3,4% menjadi US$17.285 per ton pada pukul 14.04 waktu Shanghai, Kamis (8/1/2026). Sementara itu, harga logam lainnya juga melemah seperti harga tembaga turun 1% menjadi US$12.775 per ton.

Adapun, harga nikel kontrak berjangka tiga bulan di LME sempat anjlok hingga 4,4% setelah sempat melonjak ke level intraday sejak Juni 2024 menembus US$18.800 per ton. Harga nikel memanas karena spekulasi investor terhadap risiko gangguan produksi di Indonesia sebagai negara pemasok utama.

Sebelumnya, Indonesia menyampaikan rencana mengurangi produksi nikel tahun ini dalam rangka menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI tidak memberikan rincian mengenai kuota penambangan nikel tahun ini. Menteri Kementerian ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa angka-angka tersebut masih dalam tahap finalisasi.

Nikel sebagai bahan baku logam yang digunakan untuk baterai dan baja tahan karat telah melambung hampir 30% sejak pertengahan Desember, sejalan dengan reli yang juga mendorong kenaikan harga tembaga dan aluminium.

Sentimen positif yang melingkupi harga logam ini mendapat dukungan dari gelombang pembelian oleh para pedagang China dan kenaikan kekhawatiran geopolitik.

Benyamin Mikael, analis dari UOB Kay Hian Holdings Ltd., mengatakan keberlanjutan reli harga nikel masih belum pasti, kecuali jika pengurangan kuota di Indonesia benar-benar diterapkan secara signifikan dan konsisten.

"Dampak dari rencana pemangkasan kuota tersebut kemungkinan terbatas dalam jangka pendek karena sebagian besar investasi yang telah dikomitmenkan pada dasarnya dikecualikan untuk satu hingga dua tahun ke depan," kata Mikael, seperti dikutip Bloomberg pada Kamis (8/1/2026).

Posting Komentar untuk "Harga nikel mendingin lagi, RI belum kasih kepastian soal produksi"