Gibran tinjau pembangunan huntara di Aceh Tamiang

WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Jumat, 30 Januari 2026. Peninjauan itu dalam rangka kunjungan kerja guna memastikan proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang berjalan optimal.
Salah satu lokasi yang dikunjungi Gibran ialah kawasan huntara modular 2. Dalam peninjauan tersebut, Koordinator Pembangunan Huntara PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Mario menjelaskan perkembangan pembangunan. Menurut Mario, progres pembangunan di kawasannya itu mencapai 71 persen.
“Kami baru bekerja di 14 Januari kemarin. Memang ada pembersihan lumpur, tadinya ini lumpur semua, Pak, (setinggi) 1,6 meter, kami bersihkan semua, baru kemudian kami (membangun) bangunannya,” tutur Mario kepada Gibran, dikutip dari siaran pers Sekretariat Wakil Presiden.
Gibran pun meminta supaya pembangunan huntara dapat diselesaikan tepat waktu. Mantan politikus PDI Perjuangan itu ingin huntara segera bisa dimanfaatkan warga. “Insyaallah kami bisa selesaikan sebelum Ramadan untuk bisa dimanfaatkan,” kata Mario.
Adapun, dalam peninjauan ini, Gibran turut memastikan fasilitas yang tersedia di setiap lokasi huntara. Satu kawasan atau modular huntara terdiri atas 156 unit tempat tinggal berukuran 6×3 meter yang mencakup ruang tidur dengan dua kasur, ruang dapur, dan ruang jemur.
Kamar mandi umum disediakan di setiap blok. Selain itu, setiap kawasan huntara dilengkapi taman bermain anak, ruang komunal, dan musala.
Banjir bandang dan tanah longsor menghantam tiga provinsi sekaligus pada penghujung November 2025 lalu. Mala itu meluas di 52 kabupaten/kota yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang terdampak paling parah. Per Sabtu, 31 Januari 2026, atau dua bulan setelah bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB melaporkan sebanyak 101 orang tewas dan 6.100 warga masih mengungsi akibat banjir bandang di Aceh Tamiang.
Tak hanya itu, BNPB mencatat bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang mengakibatkan kerusakan sebanyak 37.888 unit rumah, 285 rumah ibadah, 489 fasilitas pendidikan, 4 fasilitas kesehatan, hingga kerusakan 860 jembatan dan 2.165 jalan.
Posting Komentar untuk "Gibran tinjau pembangunan huntara di Aceh Tamiang"
Posting Komentar