BPOM pastikan susu Nestle yang tercemar toksin cereulide impor, bukan produksi Indonesia - MENGGAPAI ASA

BPOM pastikan susu Nestle yang tercemar toksin cereulide impor, bukan produksi Indonesia

Ringkasan Berita:
  • BPOM RI memastikan susu Nestle yang tercemar toksin Cereulide bukan buatan Indonesia.
  • Produk tersebut merupakan susu impor dari luar negeri.
  • Nestle memastikan jika produk impor yang masuk Indonesia pun sudah memenuhi syarat keamanan pangan.

menggapaiasa.com,JAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) memastikan susu Nestle yang tercemar toksin Cereulide bukan buatan Indonesia.

Produk tersebut merupakan susu impor dari luar negeri yang proses pendaftaran dan pengawasan mutunya dilakukan di Eropa.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, pihaknya telah menjalankan prosedur pengawasan serta peringatan publik sesuai ketentuan yang berlaku.

"Produk ini bukan diproduksi di Indonesia. Produknya dari luar negeri. Dan produk dari luar negeri itu diajukan oleh industri yang disebut dengan Nestle. Dan Quality Control-nya dilakukan di Eropa, tempat di produksinya, " kata Taruna saat ditemui di kantor BPOM RI, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).

Ia menerangkan, pada kaleng susu tersebut tertera Nomor Izin Edar Impor yaitu ada kode ML (Makanan Luar/Impor).

Sejalan dengan pernyataan BPOM, Nestlé Indonesia juga menegaskan bahwa susu formula yang diperintahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk ditarik dari peredaran merupakan produk impor, bukan hasil produksi dalam negeri.

Penarikan dilakukan terhadap dua batch susu formula yang diimpor dari Swiss sebagai langkah kehati-hatian terkait potensi cemaran.

Penjelasan Nestle

Sementara itu, Nestlé Indonesia menyampaikan, produk impor yang dipasarkan di Indonesia telah memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu.

Dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (15/1/2025) Nestle menyebut syarat yang sudah dipenuhi baik berdasarkan standar nasional maupun internasional.

Perusahaan menjelaskan, hanya dua batch susu formula impor dari Swiss yang dinilai berpotensi terdampak, yakni Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1.

“Kedua batch ini telah diuji menggunakan metode pengujian paling akurat, dan hasilnya memastikan bahwa cereulide tidak terdeteksi,” tulis Nestlé Indonesia dalam keterangannya.

Posting Komentar untuk "BPOM pastikan susu Nestle yang tercemar toksin cereulide impor, bukan produksi Indonesia"