Warga Bulutellue Sinjai harus jalan kaki cari sinyal, Kominfo minta desa ajukan pengadaan Starlink

Ringkasan Berita:
- Sebanyak sembilan daerah di Kabupaten Sinjai, Sulsel, masih blank spot internet seluler.
- Warga harus berjalan jauh bahkan memanjat pohon untuk mencari sinyal. Kondisi ini menyulitkan saat darurat dan menghambat usaha digitalisasi pertanian.
- Dinas Kominfo Sinjai berharap desa mengajukan usulan ke Kementerian Kominfo dan provider untuk pembangunan BTS.
TRIBUNSINJAI.COM, BULUPODDO – Sembilan daerah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, masih blank spot jaringan telepon maupun internet.
Kondisi ini disebut Dinas Kominfo terjadi di wilayah terpencil.
Di Kecamatan Bulupoddo, titik blank spot berada di Desa Bulutellue, tepatnya di Dusun Tana Tekko dan Dusun Langori/Alehanuae.
Desa Bulutellue, Kecamatan Bulupoddo berjarak sekitar 22,6 kilometer dari ibu kota Sinjai.
Di Kecamatan Sinjai Selatan, jaringan buruk ditemukan di sekitar SDN 109 Cappagalung, Gova, Kelurahan Sangiasserri, serta di Dusun Safaere, Desa Puncak.
Dusun Safaere, Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, berjarak kurang lebih 40 kilometer dari pusat kota.
Di Kecamatan Sinjai Barat, blank spot di Desa Botolempanga (Dusun Ambi) dan Desa Gunung Perak, Tassoso.
Dusun Ambi, Desa Botolempangan jarak menuju ibu kota Sinjai mencapai sekitar 60 kilometer.
Dusun Tassoso merupakan titik blank spot yang paling jauh, dengan jarak sekitar 70 kilometer dari ibu kota Sinjai.
Warga terdampak mengaku sangat kesulitan.
Mereka harus mencari titik tertentu, berjalan ratusan meter bahkan kilometer untuk mendapatkan sinyal.
“Kita harus berjalan kaki keluar rumah, manjat pohon, atau berjalan ratusan meter bahkan kilometer cari sinyal,” kata Wahyu, pemuda Desa Bulutellue, Selasa (30/12/2025).
Kesulitan makin terasa saat ada kebutuhan darurat, seperti keluarga sakit, kecelakaan, atau urusan hukum.
Di desa Wahyu, ada warga membuka usaha sewa jaringan internet dengan tarif voucher Rp2.000 per jam.
Namun, ketersediaannya masih terbatas.
Keterbatasan jaringan ini juga menghambat pelaku usaha digitalisasi di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Wahyu berharap pemerintah segera membangun jaringan lebih memadai.
Desa Bulutellue memiliki 1.003 kepala keluarga dengan total 3.146 jiwa, tersebar di enam dusun.
Antara lain:
Dusun Bulu Lohe: 149 KK
Dusun Tana Tekko: 195 KK
Dusun Bulu-Bulu: 197 KK
Dusun Alehanuae: 186 KK
Dusun Samaenre: 129 KK
Dusun Satengga: 147 KK
Kepala Dinas Kominfo Sinjai, Dr Mansyur, membenarkan masih banyak daerah di Sinjai yang belum terlayani maksimal.
“Kita mengharapkan desa dapat melakukan pengadaan Starlink, mengajukan usulan ke Kementerian Kominfo RI melalui Bakti untuk akses internet gratis, serta mengusulkan ke provider agar membangun BTS,” jelasnya.
Internet kini menjadi kebutuhan penting dalam membangun usaha pedesaan.
Beberapa desa di Sinjai sudah mulai memasarkan hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan melalui media sosial. (*)
Posting Komentar untuk "Warga Bulutellue Sinjai harus jalan kaki cari sinyal, Kominfo minta desa ajukan pengadaan Starlink"
Posting Komentar