Update kasus pembobolan brankas SMPN 1 Pulung, Polres Ponorogo periksa 10 saksi - MENGGAPAI ASA

Update kasus pembobolan brankas SMPN 1 Pulung, Polres Ponorogo periksa 10 saksi

Update kasus pembobolan brankas SMPN 1 Pulung, Polres Ponorogo periksa 10 saksi
Ringkasan Berita:
  • Uang Rp180 juta di brankas SMPN 1 Pulung raib, polisi periksa 10 saksi internal sekolah.
  • CCTV sekolah rusak 6 bulan, jadi kendala dalam penyelidikan.
  • Kasus pencurian di sekolah Pulung pernah terjadi sebelumnya, SMAN 1 Pulung dibobol pada 2018.

Laporan Wartawan menggapaiasa.com; Pramita Kusumaningrum

menggapaiasa.com, PONOROGO - Update kasus pembobolan brankas di SMPN 1 Pulung yang mengakibatkan uang tunai sebesar Rp180 juta lenyap, polisi periksa sedikitnya 10 orang saksi. 

10 saksi ini seluruhnya berasal dari internal sekolah guna mengungkap pelaku dan motif kejadian tersebut.

“Ada 10 saksi kami periksa totalnya sampai saat ini ya,” ungkap Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, Senin (22/12/2025) kepada Tribunjatim Network.

Dia meminta doa kepada seluruhnya agar pihak korps bhayangkara segera mengungkap kasus pembobolan brankas ini. “Mohon doanya lah teman-teman,” terangnya.

AKBP Andin mengatakan sekitar 10 saksi dimintai keterangan. Mereka adalah pihak intern dari SMPN 1 Pulung.

“Pastinya yang berkaitan dengan tindak pidana itu doakan dari teman-teman segera bisa kita ekspos,” tambah mantan Waka Polres Berau Polda Kalimantan Timur ini.

Kendala CCTV

Ditanya mungkin menyisir rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) di sekitar sekolah, mengingat CCTV di SMPN 1 Pulung Ponorogo telah rusak selama 6 bulan.

AKBP Andin tidak menjawab secara blak-blakan. 

“Semua fakta sudah kita sajikan, tapi kan dalam teknis penyidikan, sampai detik ini belum bisa kita sampaikan ke teman-teman kenapa? Karena masih berproses, apabila nanti sudah bisa kita gambarkan, puzzle secara utuh nanti, kita sampaikan,” tegasnya.

SMPN 1 Pulung di Desa/Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jatim, diobok-obok maling. Uang cash sejumlah Rp 180 juta yang tersimpan rapi dalam brankas lenyap.

Lemari brankas yang diobok-obok oleh maling berada di dalam kantor kepala SMPN 1 Pulung. Belum diketahui pasti kapan maling membobol brankas itu.

Fakta di TKP

Pantauan di lokasi anggota Polsek Pulung dan petugas Satreskrim Polres Ponorogo melakukan olah tkp SMPN 1 Pulung di Desa/Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Petugas dari korps bhayangkara ini terlihat menyisir ruangan kepala sekolah SMPN 1 Pulung berukuran 7 meter kali 8 meter.

Sederet fakta perihal SMPN 1 Pulung di Desa/Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo Jatim yang dibobol maling terungkap.

Dimana sekolah SMP favorit di Kecamatan Pulung itu kehilangan uang Rp 180 juta. Uang ratusan juta itu disimpan di ruang Kepala SMPN 1 Pulung.

Pantauan Tribunjatim Network, saat pihak kepolisian melakukan olah TKP, terungkap fakta bahwa tidak ada kerusakan berarti di ruang kepala sekolah. 

Keterangan saksi pun menyebut bahwa jendela maupun pintu tidak rusak. Untuk lokasi brankas yang berisi uang ratusan juta juga tidak bergeser jauh.

Informasi terhimpun, brankas besi hanya bergeser sekitar 1,5 meter dari lokasi pertama. Lokasi brangkas di pojok utara pintu ruang Kepala SMPN 1 Pulung.

Pasca dibobol, bergeser ke selatan sekitar 1,5 meter.  

“Yang dirusak hanya brankasnya. Kayak dipalu atau lainnya,” ungkap Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, Senin (15/12/2025).

Sementara data terhimpun pencuri menyasar sekolah di Kecamatan Pulung tak hanya sekali. 2018 lalu, SMAN 1 Pulung juga pernah kebobolan, bedanya di SMAN 1 Pulung yang hilang adalah laptop.

SMAN 1 Pulung, Kabupaten Ponorogo, pernah mengalami tindak pidana pencurian dengan pemberatan pada 2018. Pelaku membobol laboratorium komputer sekolah dan membawa kabur puluhan perangkat, terdiri dari sekitar 30 unit laptop dan 20 unit CPU yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Posting Komentar untuk "Update kasus pembobolan brankas SMPN 1 Pulung, Polres Ponorogo periksa 10 saksi"