Update kasus anak yang masih SD bunuh ibunya di Medan, kakak pelaku trauma berat: gangguan stres
Ringkasan Berita:
- Kasus anak SD yang membunuh ibunya di Medan menyisakan luka mendalam bagi keluarga, khususnya kakak pelaku.
- Hasil autopsi mengungkap korban tewas dengan 26 luka tusuk, sementara motif dipicu akumulasi KDRT bertahun-tahun.
- Kakak pelaku kini mengalami gangguan stres akut dan mendapat pendampingan psikososial intensif.
menggapaiasa.com Kasus tragis anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan diduga membunuh ibunya di Medan terus menyisakan duka mendalam.
Tak hanya sang ibu yang menjadi korban, dampak psikologis berat kini dialami kakak pelaku yang menyaksikan dan mengetahui peristiwa tersebut.
Pihak terkait mengungkap kakak pelaku mengalami trauma berat hingga gangguan stres, sehingga kini turut mendapat pendampingan intensif.
Tim gabungan dari Polrestabes Medan dan Rumah Sakit Bhayangkara mengungkap fakta baru yang mengerikan dalam kasus pembunuhan Faizah Soraya (42) yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri.
Berdasarkan hasil autopsi resmi, tim medis menemukan total 26 luka tusuk pada tubuh korban yang menyebabkan hilangnya nyawa secara tragis di kediamannya tersebut.
Penyelidikan mendalam menggunakan pendekatan crime scientific investigation ini juga melibatkan gelar perkara khusus bersama Polda Sumut dan asisten dari Mabes Polri guna memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Analisis Psikologi Forensik Terkait Pemicu Amarah Pelaku dan Dinamika Keluarga
Psikolog Forensik, Irma Minauli, memberikan penjelasan mendalam bahwa motif tindakan pelaku dipicu oleh akumulasi sakit hati akibat pola kekerasan dalam rumah tangga yang sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir.
Meskipun sang kakak yang lebih sering menjadi sasaran kekerasan fisik oleh ibunya, ternyata sang adik yang menjadi pelaku justru merasakan beban emosional dan sakit hati yang jauh lebih mendalam.
"Si kakak sih enggak sesakit hati adiknya terhadap perlakuan ibunya. Karena kakak berusaha memaklumi," jelas Irma Minauli saat memaparkan analisis dinamika keluarga korban pada Senin (29/12/2025).
Kondisi psikologis sang ibu yang diduga semakin temperamental pasca-pisah kamar dengan suaminya disinyalir menjadi bentuk pengalihan amarah yang secara tidak langsung berdampak pada gangguan emosional anak-anaknya.
Gangguan Stres Akut Sang Kakak dan Ketakutan akan Kejadian Berulang
Trauma berat kini menghantui kakak pelaku yang didiagnosa mengalami acute stress disorder atau gangguan stres akut pasca-kejadian berdarah yang menimpa ibunya tersebut.
Irma Minauli mengungkapkan bahwa sang kakak kini berada dalam kondisi cemas dan memiliki kekhawatiran yang sangat besar bahwa sang adik bisa saja melakukan perbuatan serupa terhadap dirinya.
"Kondisi cemas, was-was kalau hal itu akan terjadi lagi," ujar Irma saat menggambarkan ketakutan berlebihan yang dialami oleh kakak kandung pelaku tersebut.
Kepala Dinas P3AKP Provsu, Dwi Enda Purwanti, menegaskan bahwa pemerintah kini memberikan pendampingan psikososial intensif kepada kedua anak tersebut karena mereka berdua dikategorikan mengalami trauma berat yang sangat berisiko.
Klarifikasi Jejak Darah dan Respons Investigasi Terhadap Publik
Tim Labfor Polda Sumut juga memberikan klarifikasi teknis mengenai temuan jejak darah di lokasi kejadian yang sempat menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan bahwa ceceran darah yang ditemukan mulai dari lantai satu hingga ke kamar ayah korban adalah darah sang kakak, yang terluka saat mengambil pisau untuk memanggil ayahnya.
Kapolrestabes Medan juga menjawab pertanyaan publik mengenai upaya pertolongan pertama, di mana suami korban sempat menghubungi beberapa rumah sakit namun hanya Rumah Sakit Colombia yang memberikan respons cepat.
Seluruh bukti forensik dan keterangan ahli kini telah sinkron dengan kronologi kejadian, sehingga pihak kepolisian terus fokus pada penanganan kasus ini dengan tetap mempertimbangkan hak-hak anak sebagai pelaku di bawah umur.
(menggapaiasa.com/Tribun-Medan.com)
Jangan lewatkan berita-berita menggapaiasa.comtak kalah menarik lainnya di Google News , Threads dan Facebook
Posting Komentar untuk "Update kasus anak yang masih SD bunuh ibunya di Medan, kakak pelaku trauma berat: gangguan stres"
Posting Komentar