Teknologi IoT Telkom University bantu ketahanan pangan panti asuhan di Malang - MENGGAPAI ASA

Teknologi IoT Telkom University bantu ketahanan pangan panti asuhan di Malang

jatim.menggapaiasa.com, MALANG - Telkom University Kampus Surabaya secara resmi menyerahkan hasil program Hibah IEEE kepada Panti Asuhan Al Kaaf, Kota Malang melalui kegiatan bertajuk Handover Ceremony Boosting Eco Friendly Farmland Productivity for Food Resilience at Al-Kaaf Orphanage, Senin (15/12).

Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan panti asuhan melalui penerapan sistem pertanian terintegrasi berbasis teknologi yang hemat lahan, hemat energi, serta mudah dioperasikan oleh pengelola dan anak asuh.

Serah terima dilakukan langsung oleh Direktur Telkom University Kampus Surabaya Dr Mohammad Yanuar Hariyawan, S.T., M.T., didampingi tim lapangan yang diketuai Khodijah Amiroh, S.ST., M.T., bersama Dr Helmy Widyantara, S.Kom., M.Eng.

Keluaran utama program pengabdian masyarakat tersebut meliputi instalasi aquaponik di atas kolam ikan, kandang ayam petelur, panel surya, serta sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini memungkinkan pengelola panti memantau kondisi budidaya secara real time melalui dashboard digital yang ramah bagi pengguna nonteknis.

Panti Asuhan Al Kaaf dipilih karena menaungi sekitar 170 anak yatim dan dhuafa yang setiap hari membutuhkan sekitar 340 porsi makan bergizi. Selama ini, ketergantungan pada donasi membuat ketersediaan pangan bersifat fluktuatif dan berisiko terhadap keberlanjutan operasional panti.

“Program ini kami rancang agar panti memiliki sumber pangan yang stabil dan tidak hanya bergantung pada donasi. Kami serahkan sistemnya lengkap dengan SOP dan pelatihan agar bisa dikelola secara mandiri,” kata Ketua Pengabdian Masyarakat dalam program tersebut Khodijah Amiroh.

Melalui konsep integrated farming system, program menargetkan peningkatan produksi pangan dari tiga sumber utama, yakni ikan, sayuran, dan telur. Seluruh sistem terhubung dengan panel surya sebagai sumber energi serta didukung pemantauan IoT berbasis data.

Teknologi yang digunakan memanfaatkan mikrokontroler ESP32 dengan berbagai sensor untuk membaca parameter seperti suhu, pH, TDS, kelembapan, dan ketinggian air. Data ditampilkan dalam dashboard web atau mobile yang dilengkapi fitur peringatan dini guna mengantisipasi gangguan sistem maupun penurunan kualitas lingkungan budidaya.

Kepala Panti Asuhan Al Kaaf Moh Abdullah Yazid menyambut baik program tersebut. Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan sesaat.

“Bagi kami ini bukan proyek yang berhenti saat serah terima. Ada panduan dan pendampingan, sehingga kami lebih percaya diri merawat, memanen, dan mengelola hasilnya,” ujarnya.

Pelaksanaan program berlangsung selama enam bulan, mulai dari asesmen, instalasi, penyusunan SOP, pelatihan staf dan anak asuh, hingga pendampingan strategi pemanfaatan dan penjualan hasil panen. Program ini diproyeksikan mampu menghasilkan potensi pendapatan tahunan sekitar 4.500 dolar AS untuk mendukung pembiayaan operasional panti.

Selain memperkuat ketahanan pangan, program Hibah IEEE ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 7 Energi Bersih, serta SDG 12 Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan, melalui kolaborasi kampus dan komunitas sosial. (mcr12/jpnn)

Posting Komentar untuk "Teknologi IoT Telkom University bantu ketahanan pangan panti asuhan di Malang"