Serangan siber lumpuhkan basis data registrasi militer Rusia, Moskow tak bisa rekrut pasukan - MENGGAPAI ASA

Serangan siber lumpuhkan basis data registrasi militer Rusia, Moskow tak bisa rekrut pasukan

Serangan Siber Lumpuhkan Basis Data Registrasi Militer Rusia, Moskow Tak Bisa Rekrut Pasukan

menggapaiasa.com Peretas anonim dilaporkan membobol pengembang utama sistem wajib militer digital Rusia, kata Grigory Sverdlin, kepala organisasi nirlaba penghindar wajib militer Rusia, Idite Lesom pada Kamis (11/12/2025).

Apa dampak pembobolan server wajib militer ini?

Disebutkan, militer Rusia akan kesulitan untuk merekrut para calon serdadu untuk dikirim ke garis depan perang.

“Selama beberapa bulan ke depan, sistem (yang menyimpan 30 juta catatan) tidak akan dapat mengirim orang untuk membunuh atau mati,” tulis Grigory Sverdlin di Facebook.

Sverdlin mengatakan kelompoknya menerima sejumlah besar dokumen dari peretas, termasuk kode sumber, dokumentasi teknis, dan komunikasi internal dari pengembang, penyedia perangkat lunak dan solusi digital Rusia, Micord.

Situs web Micord menyatakan sedang dalam "pemeliharaan teknis" ketika diakses pada hari Kamis.

Outlet berita investigasi yang diasingkan, IStories, yang menerima dokumen dari Idite Lesom, mengatakan kalau mereka telah mengkonfirmasi adanya pembobolan tersebut dengan direktur Micord, Ramil Gabdrahmanov.

“Dengar, ini bisa terjadi pada siapa saja. Banyak yang sedang diserang saat ini,” kata Gabdrahmanov seperti dikutip.

Ia menolak untuk mengkonfirmasi keterlibatan Micord dalam basis data registrasi militer terpadu Rusia, dengan mengatakan “kami mengerjakan banyak proyek berbeda.”

IStories mengatakan pihaknya dapat secara independen memverifikasi keterlibatan Micord dalam basis data digital tersebut.

Beberapa pengguna mengatakan kepada Sverdlin bahwa mereka masih dapat mengakses situs web basis data tersebut, meskipun belum jelas apakah surat panggilan elektronik terpengaruh.

Server Wajib Militer Rusia

Server wajib militer Rusia yang diretas tersebut merupakan data registri digital terpusat untuk pria berusia antara 18 dan 30 tahun yang memenuhi syarat wajib militer.

Penggunaan sistem digital ini merupakan bagian dari perombakan sistem berbasis kertas yang tidak efisien oleh militer Rusia selama masa perang.

Registri ini memungkinkan pihak berwenang untuk mengeluarkan surat panggilan secara daring, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk pengiriman langsung.

Wajib militer Rusia pada musim gugur 2025 diperkirakan akan melibatkan sistem digital di empat wilayah termasuk Moskow mulai 1 Oktober hingga 31 Desember.

Sverdlin dari Idite Lesom mengatakan pada Kamis bahwa sistem daring tersebut, yang menghadapi beberapa penundaan setelah peluncuran yang direncanakan pada November 2024, masih belum beroperasi sepenuhnya.

Setelah beroperasi penuh, sistem daring ini secara otomatis membatasi hak-hak wajib militer, termasuk mengeluarkan larangan bepergian otomatis, jika gagal melapor untuk wajib militer.

Presiden Vladimir Putin memerintahkan pembentukan basis data wajib militer terpadu pada tahun 2022, setelah mobilisasi "sebagian" sekitar 300.000 prajurit cadangan mengungkap kekurangan dalam perekrutan militer dan menyebabkan eksodus besar-besaran warga Rusia.

(oln/tmt/*)

Posting Komentar untuk "Serangan siber lumpuhkan basis data registrasi militer Rusia, Moskow tak bisa rekrut pasukan"