Serangan pesawat tak berawak tewaskan 104 warga sipil di Kordofan, Sudan - MENGGAPAI ASA

Serangan pesawat tak berawak tewaskan 104 warga sipil di Kordofan, Sudan

Serangan pesawat tak berawak tewaskan 104 warga sipil di Kordofan, Sudan
Ringkasan Berita:
  • Serangan pesawat tak berawak di Kordofan, Sudan, menewaskan 104 warga sipil, termasuk anak-anak, saat perang saudara memasuki tahun ketiga.
  • Rumah sakit dan taman kanak-kanak jadi sasaran, enam pasukan PBB tewas, dan krisis kemanusiaan makin parah dengan wabah kolera, 40.000 pengungsi, dan 30 persen fasilitas kesehatan rusak.
  • RSF dituding sebagai pelaku, sementara upaya perdamaian internasional terus berjalan.
 

menggapaiasa.comSerangan pesawat tak berawak menewaskan sedikitnya 104 warga sipil di Kordofan, Sudan.

Insiden ini terjadi saat pertempuran antara faksi militer yang bersaing memanas dalam perang saudara yang berlangsung sejak April 2023, lapor Al Jazeera dan Yahoo News.

Serangan mematikan sejak awal Desember terjadi di Kalogi, Kordofan Selatan, menimpa taman kanak-kanak dan rumah sakit.

Sebanyak 89 korban tewas, termasuk 43 anak-anak dan delapan perempuan.

Kepala hak asasi manusia PBB, Volker Turk, memperingatkan serangan terhadap fasilitas medis melanggar hukum humaniter internasional.

Enam pasukan penjaga perdamaian Bangladesh tewas saat pesawat tak berawak menghantam pangkalan mereka di Kadugli pada 13 Desember.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres mengecam serangan tersebut.

Guterres menyatakan bahwa menargetkan pasukan penjaga perdamaian dapat tergolong kejahatan perang.

Selain itu, Rumah Sakit Militer Dilling diserang sehari kemudian.

Insiden tersebut menewaskan sembilan orang dan melukai 17 lainnya, termasuk staf medis, menurut Jaringan Dokter Sudan.

Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) menuding Pasukan Pendukung Cepat (RSF) sebagai pelaku, meski RSF belum memberikan respons resmi.

Konflik juga memicu krisis kemanusiaan yang parah.

Menteri Kesehatan Kordofan Utara, Iman Malik, melaporkan 13.609 kasus kolera dan 730 infeksi demam berdarah.

Sekitar 30 persen fasilitas kesehatan tidak berfungsi, sementara lebih dari 40.000 warga mengungsi.

Kota-kota seperti Kadugli dan Dilling masih terkepung, menambah penderitaan warga sipil.

RSF sebelumnya merebut el-Fasher di Darfur pada Oktober dan mulai melakukan perebutan wilayah Kordofan, termasuk Heglig, memaksa hampir 2.000 pengungsi pindah ke negara bagian Nil Putih.

Laporan Laboratorium Penelitian Kemanusiaan Yale menyebut RSF membunuh warga sipil yang melarikan diri dan menghancurkan bukti secara sistematis.

Eskalasi terjadi bersamaan dengan upaya internasional menengahi perdamaian.

Kepala SAF, Abdel Fattah al-Burhan, bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman pada 15 Desember.

Mesir dan AS menolak upaya memecah belah Sudan dan menyerukan gencatan senjata.

Sudan kini menghadapi krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan lebih dari 14 juta orang mengungsi dan lebih dari 40.000 tewas, menurut data PBB.

(menggapaiasa.com/Andari Wulan Nugrahani)

Posting Komentar untuk "Serangan pesawat tak berawak tewaskan 104 warga sipil di Kordofan, Sudan"