Semarang–Bandung cuma 50 menit gunakan Wings Air, alternatif baru libur Nataru - MENGGAPAI ASA

Semarang–Bandung cuma 50 menit gunakan Wings Air, alternatif baru libur Nataru

Semarang–Bandung cuma 50 menit gunakan Wings Air, alternatif baru libur Nataru

menggapaiasa.com, SEMARANG -Angel, warga Buahbatu, Kota Bandung baru saja menuntaskan penerbangan perdananya dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung menggunakan Wings Air.

Jika biasanya perjalanan ditempuh melalui jalur darat yang memakan waktu berjam-jam, kini rute Semarang–Bandung dapat dilalui Angel hanya dalam waktu sekira 50 menit melalui jalur udara.

“Ini penerbangan pertama kali dari Semarang ke Bandung. Itu magic sih menurut saya,” ujar Angel di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Minggu (21/12/2025).

Selama ini, Angel lebih sering menggunakan kereta api jika bepergian ke Bandung. Waktu tempuhnya bisa mencapai enam jam. 

Kali ini, perjalanan udara hanya memakan waktu sekira 50 menit.

“Biasanya naik kereta, enam jam. Kalau ini jauh lebih cepat,” katanya.

Angel datang ke Semarang untuk urusan pekerjaan. Soal kenyamanan penerbangan, Angel menyebut pengalaman terbangnya cukup menyenangkan.

“Aman dan nyaman. Enggak terlalu terasa goncangan,” ungkapnya.

Dari sisi harga, Angel menilai tiket pesawat masih masuk akal jika dibandingkan efisiensi waktu. 

Dia menyebut, harga tiket saat ini berada di kisaran Rp800 ribu.

“Kalau jaraknya cuma satu jam, ya lebih worth it,” ujarnya.

Pengalaman positif itu sejalan dengan penilaian Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI) Alvin Lie, yang turut mengikuti penerbangan perdana Wings Air rute Semarang–Bandung tersebut.

Menurut Alvin, kondisi cuaca saat penerbangan sangat mendukung. Proses pendaratan di Bandara Husein Sastranegara pun berlangsung mulus.

“Hari ini cuaca cerah, sangat nyaman, tidak ada turbulensi."

"Saat akan mendarat sempat berputar sekali, dan pemandangan Kota Bandung luar biasa,” kata Alvin Lie.

Dia menyambut baik kembali dibukanya Bandara Husein untuk penerbangan komersial. 

Menurutnya, hal ini menjadi potensi besar, tidak hanya bagi Kota Bandung, tetapi juga Jawa Barat secara keseluruhan.

“Saya sangat gembira Bandara Husein dibuka kembali. Ini kabar baik bagi warga Bandung yang sekarang bisa bepergian menggunakan pesawat lagi ke berbagai kota,” ujarnya.

Alvin Lie juga menepis keraguan sebagian masyarakat terhadap pesawat baling-baling yang digunakan Wings Air, yakni ATR 72.

“Pesawat baling-baling itu sama amannya dengan jet, bahkan dalam beberapa aspek lebih aman. Ini pesawat modern, bukan pesawat kuno,” tegasnya.

Dia menjelaskan, ATR dirancang khusus untuk rute jarak pendek hingga menengah serta bandara dengan landasan yang lebih pendek.

Dari sisi keselamatan, sertifikasi kelaikan terbang menjadi jaminan utama.

“Kalau tidak aman, tidak mungkin diizinkan terbang,” kata Alvin.

Strategi Konektivitas

Sementara itu, Danang Mandala, Humas Lion Air Group menjelaskan, pembukaan rute Semarang–Bandung merupakan bagian dari strategi konektivitas Wings Air di Pulau Jawa.

“Kami membuka rute antarprovinsi, menghubungkan Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur,” ujar Danang.

Selain Semarang–Bandung, Wings Air juga melayani rute Solo–Bandung serta Solo–Surabaya.

Khusus rute Semarang–Bandung, disiapkan dua armada, satu pesawat utama dan satu cadangan.

Penerbangan ATR 72-500/600 Bandung-Semarang maupun sebaliknya yakni setiap Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. 

Sedangkan untuk penerbangan Bandung-Solo maupun sebaliknya setiap Kamis dan Sabtu.

Pesawat yang model ATR 72-500/600, dinilai ideal untuk rute jarak pendek dan menengah. Konsep penerbangan yang diusung adalah sebagai feeder atau penghubung antarkota besar.

“Bandara Ahmad Yani Semarang kami posisikan sebagai bandara penghubung."

"Penumpang dari kota besar lain, termasuk dari luar Jawa, bisa menuju Bandung melalui Semarang, begitu juga sebaliknya,” jelasnya.

Menurut Danang, skema ini memberikan dampak ekonomi positif, khususnya bagi Jawa Tengah yang kini menjadi bandara singgah pergerakan penumpang dari Jawa Timur ke Jawa Barat.

“Harga tiket mulai dari Rp800 ribu. Harapannya, konektivitas ini mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memudahkan mobilitas masyarakat,” pungkasnya.

Pembukaan rute Semarang–Bandung ini sekaligus menjadi opsi baru penerbangan bagi masyarakat pada akhir 2025, termasuk menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Dengan waktu tempuh yang singkat dan jadwal penerbangan terjadwal, rute ini dinilai menjadi alternatif perjalanan yang efisien di tengah potensi kepadatan jalur darat. 

Kehadiran penerbangan ini diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat, wisatawan, hingga pelaku usaha yang ingin bepergian antarkota dengan lebih cepat dan nyaman selama periode libur panjang. (*)

Posting Komentar untuk "Semarang–Bandung cuma 50 menit gunakan Wings Air, alternatif baru libur Nataru"