Polri bangun SPPG di Buntet Cirebon, ditargetkan beroperasi mulai Februari 2026 - MENGGAPAI ASA

Polri bangun SPPG di Buntet Cirebon, ditargetkan beroperasi mulai Februari 2026

Ringkasan Berita:
  • Peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPP-G) digelar di kawasan Gedung Olahraga (GOR) Mbah Muqoyim, Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon, Senin (29/12/2025)
  • Dua unit SPP-G yang dibangun di Pesantren Buntet ini ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2026 dan akan melayani 4.000 siswa sebagai penerima manfaat
  • Kehadiran SPP-G juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga aktivitas operasional dapur
 

Laporan Wartawan menggapaiasa.com, Eki Yulianto

menggapaiasa.com, CIREBON- Di kawasan Gedung Olahraga (GOR) Mbah Muqoyim, Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon, Senin (29/12/2025), sebuah harapan baru untuk ribuan santri mulai ditanamkan.

Bukan dalam bentuk wacana, melainkan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPP-G) yang digagas Polri sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Setiawan, memimpin langsung prosesi groundbreaking dua unit SPP-G di lingkungan pesantren bersejarah tersebut.

Dalam pidatonya, Rudy menekankan bahwa pembangunan SPP-G bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan kerja bersama yang menuntut komitmen semua pihak.

“Bulan Februari ini dapat terwujud, dan saya sangat berkeinginan untuk semua pihak yang terkait ikut berpartisipasi dalam mewujudkan SPP-G ini. Kita jaga, kita bekerja sama untuk mendirikan bangunan. Mana-mana yang harus ada dalam sebuah bangunan SPP-G, kita siapkan dan kita bangun sesuai ketentuan,” ujar Rudy, Senin (29/12/2025).

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kokohnya gedung, tetapi juga oleh kedisiplinan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan.

Rudy mengingatkan, penyelenggaraan MBG memiliki rantai panjang yang memerlukan pengawasan ketat.

“Tidak hanya kekuatan gedungnya, tapi masalah kebersihan dan kesehatan ini benar-benar harus kita jaga. Ini rantai yang panjang dan tidak mudah, perlu komitmen yang besar dari kita semua,” ucapnya.

Dua unit SPP-G yang dibangun di Pesantren Buntet ini ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2026 dan akan melayani 4.000 siswa sebagai penerima manfaat.

Meski jumlah tersebut belum mencakup seluruh santri Buntet, Kapolda menilai angka itu cukup besar untuk tahap awal.

“Dua SPP-G ini penerima manfaatnya sebanyak 4.000 siswa. Insyaallah halal dan tayyib untuk seluruh murid-murid pesantren, sehingga nanti menjadi manusia yang kita andalkan,” jelas dia.

Lebih jauh, Rudy menuturkan, bahwa kehadiran SPP-G juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga aktivitas operasional dapur.

“Ini akan menyerap tenaga kerja, mulai dari yang menyiapkan, menghidangkan, dan sebagainya. Tentunya ini membawa dampak ekonomi buat kita,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menyinggung, bahwa pembangunan SPP-G merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“SPP-G yang Polri dirikan ini adalah salah satu bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintahan. Kita merupakan bagian dari pemerintahan, dan ini dipimpin oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Polri menargetkan 60 unit SPP-G di Jawa Barat, dengan rincian 22 unit telah beroperasi, 26 unit menjalani groundbreaking serentak dan sisanya dalam tahap persiapan operasional.

“Kita (Polri) punya 436 keseluruhan, 60 di antaranya di Jawa Barat. Di mana, dua puluh dua sudah operasional, 26 hari ini groundbreaking, dan sisanya dalam tahap persiapan,” ucap Rudy, saat sesi tanya jawab.

Sementara itu, Ketua YLPI Buntet Pesantren Cirebon, Kiai H Aris Ni’amatullah, menyambut baik pembangunan dua dapur SPP-G tersebut.

Ia menyebut, program ini akan menyasar siswa di bawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI).

“Dari dua dapur ini, insyaallah akan ada 4.000 siswa di bawah lembaga YLPI yang menerima manfaat. Satu dapur melayani 2.000 siswa,” jelas Kiai Aris.

Ia menambahkan, target pembangunan diperkirakan rampung dalam waktu 45 hari.

“Target pembangunannya 45 hari. Insyaallah di bulan Februari sudah beroperasi,” katanya.

Menurut Kiai Aris, santri merupakan penerima manfaat yang sangat siap menerima program MBG, baik dari sisi mental maupun budaya hidup sederhana.

“Santri itu penerima manfaat yang paling minim resistensi. Kalau santri, dikasih ayam saja sudah senang sekali. Kyai-nya juga senang karena jatah makan siang santrinya sudah terjamin,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, kegiatan groundbreaking dipimpin langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Setiawan, didampingi pejabat utama Polda Jabar, Ketua YLPI Buntet Pesantren Cirebon, Bupati Cirebon Imron, serta unsur Forkopimda Kabupaten Cirebon.

Setelah peletakan batu pertama, Kapolda Jabar juga menyerahkan paket sembako kepada masyarakat sekitar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial.

Posting Komentar untuk "Polri bangun SPPG di Buntet Cirebon, ditargetkan beroperasi mulai Februari 2026"