PILU tentara wanita Kamboja hamil 4 bulan tewas ditembak prajurit Thailand, tinggalkan seorang putri - MENGGAPAI ASA

PILU tentara wanita Kamboja hamil 4 bulan tewas ditembak prajurit Thailand, tinggalkan seorang putri

PILU tentara wanita Kamboja hamil 4 bulan tewas ditembak prajurit Thailand, tinggalkan seorang putri

menggapaiasa.com Kisah pilu peperangan antara Thailand dan Kamboja. Seorang tentara wanita Kamboja yang sedang hamil 4 bulan tewas. 

Tentara bernama Mut Saveun tewas terkena peluru tentara Thailand pada 10 Desember 2025.

Saat itu dia bertugas di garis depan di wilayah Boeung Trakuon, Kamboja.

Sehari setelah kejadian, Kementerian Urusan Perempuan Kamboja mengeluarkan pernyataan yang menyampaikan belasungkawa atas kehilangan perwira pemberani tersebut.

Keberanian Mut Saveun dipuji atas pengorbanan tertingginya dalam membela integritas wilayah Kamboja.

Saveun, 43 tahun, bertugas di Wilayah Militer 5 Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja.

Dia ditempatkan di Boeung Trakuon distrik Thma Puok, provinsi Banteay Meanchey.

Kematiannya secara luas digambarkan sebagai kehilangan yang memilukan bukan hanya bagi keluarganya tetapi juga bagi seluruh bangsa Kamboja.

Sosok Saveun

 

Lahir dalam keluarga militer, Saveun mengabdikan hidupnya untuk dinas militer di perbatasan selama ini.

Dia rela meninggalkan seorang putri, yang saat ini sedang menempuh tahun kedua studinya di bidang sastra Inggris, demi ikut membela negaranya.

Menurut pihak berwenang setempat dan lembaga akademis, jenazah Saveun disemayamkan di kediaman keluarga di komune Chheu Teal, distrik Banan, provinsi Battambang.

Di sini juga dia akan dimakamkan.

Anggota komunitas, pejabat, dan rekan prajurit mengunjungi rumah keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir dan menghargai pengorbanannya.

10 Tentara Thailand Tewas

Perang Thailand melawan Kamboja di perbatasan telah berlangsung selama enam hari sejak 8 Desember 2025 lalu.

Thailand mengerahkan jet tempur F-16 dan tank untuk menyerang Kamboja.

Sementara Kamboja dilaporkan mengerahkan peralatan anti-tank dan sejumlah artileri berat lainnya, termasuk drone kamikaze yang ditemukan tentara Thailand.

Seorang tentara Thailand lainnya dipastikan tewas dalam pertempuran di Bukit 677 di Ubon Ratchathani sehingga.

Sehingga jumlah korban tewas dari pihak militer Thailand meningkat menjadi 10 orang tentara.

Korban terbaru adalah Sersan Phatchara Yaemtang-on bertugas di Batalyon Operasi Khusus ke-2 dari Resimen Pasukan Khusus ke-1, yang dikenal sebagai "Pa Wai Rangers", yang bermarkas di Lop Buri.

Bertugas bersama unit tempur Angkatan Darat Kedua, ia sedang bertugas sebagai operator radio lapangan ketika sebuah alat peledak menghantamnya secara langsung.

Laksamana Muda Surasant Kongsiri, Juru Bicara Kementerian Pertahanan, mengatakan pasukan Kamboja terus melakukan serangan besar-besaran di sepanjang perbatasan, khususnya di provinsi Sa Kaeo.

Militer Thailand memperkirakan 165 tentara Kamboja telah tewas sejak perang enam hari lalu.

Angka tersebut belum dapat dikonfirmasi karena Kamboja belum merilis informasi korban militer apa pun.

Sempat didamaikan Trump

Perang Thailand dan Kamboja dipicu masalah perbatasan sejak lama.

Dua negara sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata tanpa syarat pada 29 Juli 2025 setelah lima hari pertempuran di perbatasan.

Pertempuran lima hari  kala itu mengakibatkan sedikitnya 33 orang​ tewas dan  puluhan ribu warga mengungsi​.

Pada 28 Juli 2025,  dua negara dimediasi  di Putrajaya, Malaysia, oleh PM Malaysia Anwar Ibrahim ASEAN. selaku Ketua ASEAN.

Presiden AS Donald Trump juga telah memediasi kedua belah pihak dan sepakat hentikan perang.

Namun sejak 8  Desember 2025, militer Thailand melancarkan serangan udara ke sasaran militer Kamboja di perbatasan setelah menuduh Kamboja lebih dulu menembak.

(*/menggapaiasa.com)

Artikel sudah tayang di tribunnews.com

Posting Komentar untuk "PILU tentara wanita Kamboja hamil 4 bulan tewas ditembak prajurit Thailand, tinggalkan seorang putri"