Pertamax Green 95 resmi hadir di Klaten, ini alasan SPBU Pandansimping dipilih

KILAS KLATEN - SPBU 44.574.01 Pandansimping, Prambanan, resmi menjadi SPBU pertama di Kabupaten Klaten yang melayani Pertamax Green 95.
Peluncuran berlangsung pada Kamis (11/12/2025) dan langsung menarik perhatian pengguna jalan karena lokasinya berada tepat di jalur Jogja–Solo.
Dari arah Klaten menuju Jogja, SPBU ini berada di sisi kiri jalan sehingga mudah dijangkau pengendara.
Kehadiran BBM baru tersebut menjadi penanda bahwa Klaten mulai masuk dalam peta distribusi energi ramah lingkungan.
Momentumnya pas, mengingat arus libur akhir tahun biasanya membuat kawasan ini ramai wisatawan.
Peluncuran ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi BBM makin dekat ke masyarakat daerah, bukan hanya di kota besar.
Pertamax Green untuk Pelayanan Lebih Baik dan Lebih Bersih
Pemilik SPBU Pandansimping, Tersierra Rosa, mengatakan pelayanan Pertamax Green 95 hadir sebagai bentuk komitmen untuk memberi yang terbaik kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa sebagian produk BBM lama memiliki emisi yang lebih tinggi dan pembakaran yang kurang sempurna.
Pertamax Green, yang memadukan bahan bakar fosil dengan nabati, dinilai lebih aman bagi lingkungan.
Thea juga menyebutkan bahwa BBM ini tetap ramah kantong karena berada di bawah harga Pertamax Turbo.
Menurutnya, inovasi ini bukan sekadar soal produk baru, tetapi cara ikut menjaga kualitas udara.
SPBU Pandansimping ingin menjadi garda depan dalam menyediakan pilihan BBM yang lebih sehat dan lebih efisien.
Efisiensi Tinggi dan Performa Mesin Lebih Awet
Thea menjelaskan bahwa Pertamax Green 95 tidak hanya lebih ramah lingkungan tetapi juga lebih efisien.
Kandungan nabati membuat pembakaran lebih sempurna sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih irit.
Selain itu, performa kendaraan terasa lebih stabil karena kualitas oktan yang tinggi.
Dalam jangka panjang, mesin juga menjadi lebih awet berkat proses pembakaran yang lebih bersih dan minim residu.
Untuk pengiriman perdana, SPBU Pandansimping menerima sekitar 8.000 liter langsung dari Jakarta.
Angka ini diharapkan cukup memenuhi kebutuhan awal sekaligus menguji minat masyarakat terhadap produk baru tersebut.
Thea optimistis respons pengendara akan semakin positif dari hari ke hari.
Prediksi Permintaan Tinggi, Bisa Capai 5–6 Ton Per Hari
Optimisme Thea bukannya tanpa alasan. Untuk Pertamax biasa saja, SPBU Pandansimping bisa menghabiskan hingga 6 ton per hari.
Dengan kehadiran Pertamax Green 95, ia memperkirakan konsumsi harian akan berada di kisaran 5–6 ton.
Perkiraan tersebut didasarkan pada tingginya jumlah kendaraan yang melintas di jalur Klaten–Jogja, terutama saat jam kerja dan akhir pekan.
Selain itu, masyarakat kini semakin sadar pentingnya bahan bakar dengan emisi rendah.
Thea menyebut bahwa produk ramah lingkungan cenderung cepat diminati jika performanya terbukti baik.
Karena itu, SPBU Pandansimping melihat peluang besar untuk Pertamax Green 95 berkembang menjadi pilihan utama pengguna kendaraan.
Wisatawan dan Pemudik Diprediksi Manfaatkan BBM Baru Ini
Letak SPBU yang berada di jalur utama menjadikannya lokasi strategis bagi wisatawan dan pemudik.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), arus wisata domestik biasanya meningkat signifikan.
Dengan adanya Pertamax Green, pengendara dari luar daerah bisa mendapatkan jenis BBM yang sama seperti yang mereka pakai di kotanya.
Thea mengatakan, hal ini menjadi salah satu alasan penting SPBU Pandansimping menjadi lokasi peluncuran pertama.
Karena permintaan BBM naik tajam saat musim liburan, keberadaan produk baru bisa mengurai antrean Pertamax biasa.
Pada akhirnya, pilihan lebih banyak artinya pengalaman pengisian lebih nyaman bagi para pelintas.
Bupati Klaten Sambut Positif Pertamax Green 95
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, hadir langsung dalam peluncuran dan menyampaikan dukungannya terhadap kehadiran Pertamax Green 95.
Ia mengatakan bahwa BBM ini tidak hanya meningkatkan akselerasi kendaraan tetapi juga lebih hemat karena pembakarannya lebih sempurna.
Selain itu, adanya campuran etanol nabati membuatnya masuk kategori energi terbarukan.
Hamenang berharap masyarakat bisa cepat memahami manfaatnya dan mulai beralih menggunakan BBM ramah lingkungan ini.
Ia juga mendorong agar SPBU lain di Klaten segera mengikuti langkah Pandansimping.
Menurutnya, adopsi energi bersih adalah langkah penting menuju kabupaten yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Produk Baru dengan Teknologi Nabati yang Telah Teruji
Pertamax Green 95 pertama kali diluncurkan pada 20 Juni 2023 sebagai campuran Pertamax dan etanol nabati dari tebu.
Teknologi ini membuat pembakaran mesin lebih sempurna dan menghasilkan emisi lebih rendah.
Produk tersebut sudah melewati pengujian LEMIGAS dan sesuai dengan standar Worldwide Fuel Charter.
Dengan kualitas tersebut, BBM ini direkomendasikan untuk kendaraan berteknologi mesin terbaru yang membutuhkan pembakaran optimal.
Selain ramah lingkungan, produknya juga membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Pertamax Green dianggap sebagai langkah konkret menuju transisi energi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Pertamax Green 95, Langkah Nyata Menuju Energi Masa Depan
Pertamax Green hadir sebagai bagian dari strategi pertamina dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
Dengan mengurangi penggunaan fossil fuel, BBM ini menjadi jembatan bagi Indonesia menuju era energi bersih.
Bagi pengguna kendaraan, manfaatnya langsung terasa dari performa mesin yang lebih responsif hingga konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.
Bagi lingkungan, emisi rendah menjadi nilai tambah yang tak bisa diabaikan.
SPBU Pandansimping menjadi titik awal perjalanan ini di Klaten, membuka akses bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam energi hijau.
Peluncuran ini diharapkan menjadi langkah awal sebelum produk ini tersedia di seluruh SPBU wilayah Klaten.***
Posting Komentar untuk "Pertamax Green 95 resmi hadir di Klaten, ini alasan SPBU Pandansimping dipilih"
Posting Komentar