Perbaikan konektivitas jadi prioritas di bencana Sumatera
MENTERI Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyatakan memilih memprioritaskan membangun infrastruktur konektivitas temporer selama masa tanggap darurat banjir Sumatera. "Paling tidak yang diupayakan sekarang itu misalnya menyambungkan jalur utama secara temporer,” kata dia usai rapat koordinasi penanganan pascabanjir Sumatera, di Jakarta, Kamis, 11 Desember 2025.
AHY memilih mengutamakan pembangunan infrastruktur konektivitas seperti jalan dan jembatan sementara didasarkan oleh pertimbangan sulitnya distribusi bantuan logistik karena akses jalan yang rusak akibat banjir.
Selain itu, menurut AHY, membangun infrastruktur secara permanen akan memakan waktu sekitar enam bulan. “Tidak mungkin kita menunggu selama itu,” ujar dia. Sehingga, menurut politikus Partai Demokrat itu, lebih baik mengutamakan pembangunan infrastruktur temporer untuk mempermudah mobilitas dan proses distribusi logistik.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkunjung ke posko induk distribusi logistik Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, 10 Desember 2025. Tempo/Ilham Balindra
Ia menyontohkan jembatan di Tamiang, Aceh sepanjang 250 meter yang terputus. Jika menunggu pembangunan kembali, AHY khawatir prosesnya akan memakan waktu lama. Sehingga jalan keluarnya, kata dia, adalah membangun jembatan sementara satu lajur yang bisa dilalui masyarakat.
Agus Harimurti mengatakan membangun infrastruktur membutuhkan perencanaan yang matang dan tidak boleh dikerjakan secara sembarangan, terlebih untuk daerah rentan bencana. Untuk itu, ia mengatakan membutuhkan waktu untuk membutuhkan perencanaan yang baik.
Adapun AHY memperkirakan dana yang diperlukan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di wilayah terdampak bencana Sumatera mencapai Rp 51 triliun. “Dihitung secara umum, kurang lebih membutuhkan (Rp 51 triliun), dan ini masih terus diupdate. Karena bisa saja akan ada pertambahan atau pengembangan,” kata dia.
AHY mengatakan estimasi anggaran itu merupakan hasil perhitungan Kementerian Pekerjaan Umum. Ia menyatakan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo telah melaporkan hasil perhitungan itu kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan biaya tersebut digunakan Kementerian Pekerjaan Umum untuk pemulihan infrastruktur tiga wilayah terdampak banjir yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. AHY mengatakan Aceh menjadi wilayah dengan porsi dana pemulihan terbesar yakni Rp 24 triliun dari total biaya. Sementara sisanya yakni sekitar Rp 13 triliun digunakan untuk memulihkan infrastruktur di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
AHY menjelaskan fokus pemulihan infrastruktur utamanya akan dilakukan terhadap kepentingan konektivitas. Misalnya jalan dan jembatan baik di tingkat daerah maupun nasional.
Selain itu, AHY mengatakan pemulihan infrastruktur akan menyasar terhadap akses air bersih. “Kami mendengarkan keluhan di lapangan, tentunya masyarakat sangat berharap dukungan air bersih, sanitasi, termasuk juga toilet portable, mobile toilet yang juga tentunya sangat membantu, termasuk ibu dan anak-anak,” kata dia.
Posting Komentar untuk "Perbaikan konektivitas jadi prioritas di bencana Sumatera"
Posting Komentar