Penembak Brown University buron 4 hari, FBI selidiki 200 info

PROVIDENCE, menggapaiasa.com - Pelaku penembakan Brown University masih buron pada hari keempat pencarian, Rabu (17/12/2025).
FBI kini menyelidiki 200 laporan informasi yang mereka terima untuk menemukan pelaku insiden di Kota Providence, Rhode Island, Amerika Serikat (AS), tersebut.
Adapun penembakan di Fakultas Teknik dan Fisika Brown University menewaskan dua orang pada Sabtu (13/12/2025), sedangkan sembilan korban lainnya luka-luka.
Dalam unggahan di media sosial, FBI membagikan foto tim Laboratorium dan Evidence Response Team (ERT) melakukan pencarian di area tertutup salju di luar kampus elite tersebut.
Penembakan terjadi ketika seorang pria bersenjata menerobos masuk ke gedung tempat ujian berlangsung, lalu menembaki para mahasiswa sebelum melarikan diri.
Dalam konferensi pers Selasa (16/12/2025) sore, Kepala Kepolisian Providence Kolonel Oscar Perez merilis kronologi video terbaru, yang memperlihatkan seseorang diduga pelaku berjalan di kawasan perumahan kota.
"Ada rekaman video yang lebih jelas, jadi kami meminta masyarakat untuk memperhatikan gerakan tubuh, postur tubuh, yang mungkin bisa membantu mengidentifikasi individu ini," ujar Perez, dikutip dari kantor berita AFP.
Perez juga kembali mengimbau warga yang memiliki CCTV di rumah atau kendaraan untuk menyerahkan rekaman kepada polisi.
Menurutnya, penyelidik telah menerima sekitar 200 laporan yang dapat ditindaklanjuti.
Sebelumnya, pihak berwenang sempat menahan seorang pria yang diduga terlibat, tetapi kemudian dibebaskan karena tidak terbukti bersalah.
FBI menawarkan imbalan 50.000 dollar AS (Rp 833 juta) untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Pelaku digambarkan bertinggi sekitar 5 kaki 8 inci (sekitar 173 cm) dengan perawakan kekar.
Pihak Brown University juga meminta mahasiswa yang mungkin berada di sekitar lokasi kejadian pada hari penembakan untuk menjadwalkan wawancara dengan polisi.
"Bahkan detail kecil pun dapat membantu penyelidikan," kata pihak universitas.
Korban penembakan Brown University
Penembakan ini menewaskan dua mahasiswa Brown University, yakni Ella Cook dan Mukhammad Aziz Umurzokov.
Ella Cook merupakan Wakil Presiden Asosiasi Partai Republik Brown dan berasal dari Mountain Brook, Alabama.
Ia disebut sebagai sosok yang bersemangat dan haus ilmu, dengan minat pada studi Perancis dan Frankofon.
Sementara itu, Mukhammad Aziz Umurzokov adalah mahasiswa asal Uzbekistan yang bercita-cita menjadi ahli bedah saraf.
“Mukhammad dikenal sebagai sosok yang gigih, teliti, dan disiplin, terutama dalam mengejar ambisinya untuk memberikan dampak positif di dunia sebagai profesi dokter bedah saraf,” kata Presiden Universitas Brown, Christina H Paxson.
Insiden ini menjadi salah satu dari ratusan kasus penembakan massal di Amerika Serikat sepanjang 2025.
Menurut data dari Gun Violence Archive, lebih dari 300 penembakan massal terjadi sepanjang 2025. Definisi penembakan massal adalah insiden yang melibatkan empat korban atau lebih.
Di tengah meningkatnya kekerasan bersenjata, upaya legislasi untuk membatasi kepemilikan senjata api di AS masih menghadapi kebuntuan politik.
Presiden AS Donald Trump sempat menyinggung penembakan di kampus Brown saat menghadiri acara Natal di Gedung Putih, Minggu (14/12/2025).
“Hal-hal seperti ini bisa terjadi,” ujarnya singkat, sambil menyampaikan doa agar para korban luka segera pulih.
Adapun Brown University memiliki sekitar 11.000 mahasiswa. Penembakan terjadi saat dua jadwal ujian tengah semester berlangsung.
Posting Komentar untuk "Penembak Brown University buron 4 hari, FBI selidiki 200 info"
Posting Komentar