Misteri di pesisir Mimbala terurai: Polisi pastikan kematian pria muda bukan kejahatan
menggapaiasa.comPesisir Desa Mimbala, sebuah kawasan pantai yang biasanya sunyi di Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli, mendadak menjadi pusat perhatian publik pada Sabtu siang, 27 Desember 2025. Penemuan sesosok mayat laki-laki di antara tumpukan kayu di tepi pantai mengguncang warga dan memicu berbagai spekulasi.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.40 WITA oleh Sapri, seorang warga yang berniat memancing. Rasa curiga muncul ketika ia melihat tumpukan kayu tak biasa di pinggir pantai. Saat didekati, ia mendapati tubuh seorang pria tergeletak tengkurap, tak bernyawa.
Kabar itu dengan cepat menyebar ke warga Desa Simuntu dan aparat desa setempat. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Dampal Selatan, yang segera merespons. Kapolsek Dampal Selatan, AKP Haspudin Abd Azis, langsung turun ke lokasi bersama personel pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Identitas korban kemudian diketahui sebagai Arfin, seorang pria muda yang berdomisili terakhir di Dusun 1 Desa Simuntu. Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga sekitar yang mengenal korban sebagai sosok pendiam dan akrab di lingkungan pesisir.
Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Simuntu Fajri Baco, dan masyarakat setempat atas perintah Kapolsek. Jenazah kemudian dibawa untuk penanganan lebih lanjut, di tengah penjagaan aparat agar situasi tetap kondusif.
Pihak kepolisian sempat menyarankan agar dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Namun, keluarga korban menolak pemeriksaan medis tersebut. Sebagai langkah antisipasi hukum, polisi membuatkan surat pernyataan resmi agar tidak ada tuntutan di kemudian hari.
Menjelang petang, tepat pukul 18.30 WITA, jenazah dimakamkan di pekuburan umum Dusun 3 Tanjung, Desa Simuntu. Prosesi pemakaman berlangsung tenang, aman, dan dihadiri keluarga serta warga sekitar yang mengantar kepergian almarhum.
Hasil komunikasi kepolisian dengan pihak medis UPT Puskesmas Bangkir mengungkap fakta penting. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi, kondisi yang berpotensi menyebabkan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba.
Lokasi penemuan jenazah yang berada di pesisir pantai dengan medan licin dan terbuka memperkuat dugaan kecelakaan. Polisi menilai korban kemungkinan terjatuh atau mengalami kondisi darurat medis sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Sejak awal saya amati, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana,” tegas AKP Haspudin Abd Azis. Dengan penegasan itu, misteri di pantai Mimbala pun dinyatakan selesai—sebuah tragedi kemanusiaan, bukan kejahatan.arm.***
Posting Komentar untuk "Misteri di pesisir Mimbala terurai: Polisi pastikan kematian pria muda bukan kejahatan"
Posting Komentar