Lawan dingin ekstrem di Madinah, jemaah umrah asal Papua Barat Daya buktikan iman tak goyah

Ringkasan Berita:
- Sebanyak 30 jemaah umrah tokoh agama asal Papua Barat Daya tiba selamat di Sorong, Minggu (21/12/2025).
- Program wisata rohani Pemprov PBD ini dilepas Gubernur Elisa Kambu dalam rangka HUT ke-3 provinsi.
- Meski sempat terkendala suhu ekstrem 11 derajat Celsius di Madinah, jemaah berhasil menuntaskan ibadah dengan khusyuk.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, SORONG- Sebanyak 30 jemaah umrah asal Papua Barat Daya berhasil merampungkan seluruh rangkaian ibadah Umrah di Tanah Suci dan tiba dengan selamat di Kota Sorong, usai menempuh perjalanan udara ribuan kilometer.
Seluruh jemaah mendarat di Bandara Internasional DEO Sorong, Papua Barat Daya,Minggu (21/12/2025).
Keberangkatan jemaah umrah ini merupakan bagian dari program wisata rohani Pemprov PBD yang memberangkatkan total 80 tokoh agama pada Desember 2025.
Program tersebut dilepas Gubernur Elisa Kambu dalam rangkaian peringatan HUT ke-3 Provinsi Papua Barat Daya di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Senin (8/12/2025) lalu.
Dari total peserta, 30 tokoh agama Muslim melaksanakan ibadah umrah,
sementara 50 tokoh agama lainnya mengikuti wisata rohani ke Israel.
Ketua Rombongan Umrah Rasimin menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian ibadah.
Ia memastikan seluruh jemaah telah menuntaskan ibadah umrah dengan baik dan kembali dalam keadaan sehat.
“Terima kasih kepada Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau atas terselenggaranya program tersebut,” katanya.
Menurutnya, program umrah bagi tokoh agama sangat bermakna, terlebih karena sebagian besar peserta baru pertama kali menunaikan ibadah umrah.
“Ini menjadi pengalaman spiritual yang luar biasa. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan kuotanya bisa ditambah sesuai kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Rasimin bilang, pengalaman di Tanah Suci menjadi momen tak terlupakan, terutama saat menghadapi perbedaan cuaca yang cukup ekstrem.
Suhu di Madinah dan Mekah saat itu mencapai 11–12 derajat Celcius.
“Awalnya kami cukup kaget dan kedinginan, namun Alhamdulillah seluruh jamaah dapat menyesuaikan diri dan menjalankan ibadah dengan khusyuk,”ujarnya.
Selama di Madinah, jemaah melaksanakan shalat berjemaah di Masjid Nabawi, beritikaf, serta berdoa di dekat makam Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat.
Artikel ini telah tayang di Tribunsorong.com dengan judul Kisah Jemaah Umrah Papua Barat Daya di Tanah Suci: Lawan Suhu Dingin 11 Derajat demi Ibadah Khusyuk
Posting Komentar untuk "Lawan dingin ekstrem di Madinah, jemaah umrah asal Papua Barat Daya buktikan iman tak goyah"
Posting Komentar