Kendaraan luar kota mulai berseliweran, Kota Tasikmalaya mulai diserbu pemudik dan wisatawan
menggapaiasa.com–Setiap menghadapi hari libur, apa lagi libur panjang seperti Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kota Tasikmalaya tidak pernah sepi. Hiruk-pikuk pemudik, pengunjung dan lalu-lalang kendaraan berpelat nomor luar kota berseliweran di jalan-jalan protokol. Tujuan mereka adalah kawasan wisata dan kuliner di Kota Tasikmalaya dan itu bukti bahwa Kota Tasikmalaya jadi salah-satu tujuan wisata dan berlibur.
Dalam menghadapi libur panjang Nataru 2025/2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya telah melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Hal itu terlihat di posko-posko yang di dirikan nampak anggota berbagai instasi dan lembaga berkumpul untuk memantau kondisi libur panjang.
Kesiapan menyambut Nataru kali ini pun, tidak hanya terfokus pada keamanan dan pengaturan lalu-lintas semata. Tapi juga menyentuh aspek vital lainnya seperti revitalisasi destinasi wisata, adanya posko kesehatan, pengaturan parkir dan menjamin keamanan pengunjung.
Café, Restoran, Rumah Makan dan Tempat Rekreasi Mulai Ramai
Malam pertama memasuki libur panjang Natru tempat-tempat nongkrong dan makan di Kota Tasikmalaya mulai ramai dan penuh. Sejumlah tempat nongkrong seperti taman, angkringan, café dan restoran yang ada di Kota Tasikmalaya, Selasa malam (23/12) mulai dipenuhi pengunjung yang didominasi anak muda.
Meski Kota Tasiikmalaya sempat diguyur hujan, tapi memasuki Magrib berubah jadi cerah. Banyak dari mereka yang sedang menikmati suasana libur panjang Nataru.
Hebatnya, mereka yang meramaikan libur panjang itu, bukan hanya warga Kota Tasikmalaya yang tinggal diluar Kota Tasikmalaya saja. Namun mereka ada yang sengaja datang dari Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut bahkan Bandung. Pada dasarnya mereka sepakat bahwa Kota Tasikmalaya memang asyik dan banyak menawarkan kuliner serta tempat nongkrong yang sangat menarik dan variatif.
Tidak hanya itu, tapi tingkat kunjungan ke tempat wisata favorit yang ada di Kota Tasikmalaya pun alami peningkatan. Misalnya di objek wisata Teejay Waterpark Kotak Tasikmalaya.
Diky Purnama, pengelola Teejay Waterpark, mengatakan bahwa kunjungan meningkat diatas 70 persen dan didominasi oleh kunjungan keluarga. Mayoritas pengunjung, kata Diky masih warga dari wilayah Tasikmalaya.
“Alhamdulillah sekarang sudah mulai ada peningkatan jumlah pengunjung. Kebanyakan rombongan keluarga dan yang datang dari luar kota pun juga ada,” kata Diky kepada wartawan, Sabtu (27/12).
Diky berharap kunjungan wisata di musim libur panjang Nataru ini bisa meningkat hingga 1000 wisatawan per hari. Apa lagi, tambah Diky libur panjang Nataru berbaregan dengan libur sekolah.
”Mudah-mudahan saja meski awal libur ini masih normal, tapi kami harap hingga akhir libur sekolah kunjungan akan semakin meningkat,” tandas Diky.
Beberapa Titik Alami Kemacetan Meski Tidak Terlalu Parah
Berdasarkan pantauan menggapaiasa.com di lapangan, sepanjang Jl. Simpang Lima hingga Jl. Dr. Sukardjo mulai terasa adanya kemacetan. Pasalnya, di Angkringan Simpang Lima yang penuh sesak oleh anak muda tengah menikmati sajian live music yang berbarengan dengan acara nobar. Masih disekitar Angkringan Simpang Lima, ada Narasi Café yang juga banyak dikunjungi anak muda pecinta kopi.
“Saya lebih memilih disini, karena lebih santai dan tidak terlalu heboh,” ungkap Sofi yang sengaja datang bersama temannya yang kuliah di luar kota kepada menggapaiasa.com, Sabtu malam (27/12).
Dari Simpang Lima lalu meluncur ke arah alun-alun lewat Jl. Cimulu, disana kita akan bertemu dengan Pins Bakery, Notree Café, Riung Genah (RG), Kedai Rempah dan bermuara di Alun-alun Kota Tasik.
Dalam perjalan itu, kemacetan terasa di dua titik yakni di sekitar Pins Bakery dan Kedai Rempah. Di kedua titik itu, sejumlah motor dan mobil terlihat berjejer di sepanjang jalan, sehingga cukup mengganggu laju kendaraan. Bahkan disekitar lokasi Kedai Rempah pengunjung membludak hingga ke trotoar jalan. Akibatnya kemacetan pun tidak bisa terhindarkan, karena kendaraan yang parkir memakan badan jalan.
“Wah disini setiap malam macet pak, apa lagi malam minggu dan hari libur, banyak yang nongkrong anak muda. Apa lagi sekarang libur panjang, banyak yang datang dari luar kota,” tutur Dani, salah seorang petugas parkir warga sekitar seraya menunjuk plat nomor mobil luar kota.
Di Alun-alun Kota Tasikmalaya nampak lebih terasa adem dan tidak terlalu riuh, meski dibeberapa bangku beton terlihat pasangan muda-mudi yang tengah asyik bercengkrama. Disisi lainnya, nampak anak-anak tengah bermain otoped sewaan berseliweran melewati pasangan anak muda tersebut.
Sementara dijalan yang melingari Alun-alun nampak jejeran roda penjual kuliner dan makanan seperti Kueh Balok, Pangsit Basah, Ulen Bakar, Mendo’an, Kupat Tahu, Bubur dan banyak lagi.
Di Jl. Mitra Batik yang kini setiap malam dipenuhi lesehan yang menawarkan makanan dan minuman berbagai model, nampak penuh oleh pengunjung. Jejeran motor dan mobil terlihat terparkir disepanjang jalan itu.
“Nongkrong disini lebih tenang, tidak terlalu riuh dan jalanan pun tidak ramai oleh lalu-lalang kendaraan,” tutur Hengki kepada menggapaiasa.com, warga Jl. Situgede yang mengaku datang bersama sahabatnya.
Sementara itu, Komples Olahraga Dadaha yang selalu jadi tujuan utama para kaula muda banyak menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman. Kemacetan dan penuhnya tempat parkir adalah tontonan yang sudah menjadi hal biasa.
Begitu pula di area Alun-alun Dadaha, penuh dengan keluarga yang membawa anak-anaknya. Di Alun-alun Dadaha berbagai permainan anak-anak bisa jadi pilihan. Dari mulai otoped, motor mini, pemacingan, melukis, odong-odong, deldom (delman yang diraik domba) dan masih banyak lagi pilihan.
“Saya sering membawa anak-anak kesini, karena disini banyak pilihan mainan yang disukai anak-anak dan juga banyak pilihan makanan. Jadi komplitlah disini mah, juga harganya sangat familiar” tutur Ny. Ita, warga Setiaratu, Cibeureum, Kota Tasikmalaya saat ditemui menggapaiasa.com di lokasi.***
Posting Komentar untuk "Kendaraan luar kota mulai berseliweran, Kota Tasikmalaya mulai diserbu pemudik dan wisatawan"
Posting Komentar