Kadinkes Majalengka soroti pentingnya protein untuk cegah stunting sejak dalam kandungan - MENGGAPAI ASA

Kadinkes Majalengka soroti pentingnya protein untuk cegah stunting sejak dalam kandungan

Kadinkes Majalengka soroti pentingnya protein untuk cegah stunting sejak dalam kandungan KORAN-PIKIRAN RAKYAT – Dinas kesehatan mewajibkan setiap ibu hamil melakukan pemeriksaan minimal sebanyak enam kali selama kehamilan. Hal itu guna melakukan pencegahan stunting. Peme­riksaan dilakukan secara gratis dan pemerintah pun melakukan reaktivasi program Universal Health Coverage (UHC) atau Jamin­an Kesehatan Semesta untuk peserta BPJS yang sudah tidak aktif.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka Agus Suratman pada acara seminar pencegahan stunting de­ngan tema ”Mempersiapkan Generasi yang Sehat Cerdas dan Produktif” yang diselenggarakan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Majalengka di Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, pada Senin 29 Desember 2025.

Agus mengatakan, berda­sarkan data, 23% anak yang baru dilahirkan  sudah me­ng­a­lami stunting. Kondisi ini terjadi karena selama keha­milan, ibu hamil tidak ber­u­saha melakukan pencegah­an.

Menurut dia, penyebab stunting lebih kepada faktor gizi buruk yang dialami ibu hamil, terutama protein na­bati dan protein hewani. Selain itu, mereka terbatas da­lam mengakses kesehatan, meski hal itu sudah diantisipasi dengan adanya cek pela­yanan kesehatan gratis ke de­sa-desa.

Untuk itu, katanya, setiap bulan, puskesmas di Kabupaten Majalengka melaku­kan pencegahan dan penyuluhan stunting ke sekolah-sekolah dan posyandu desa, termasuk memberikan vitamin.

”Yang paling banyak itu ke­kurangan protein. Padahal, sebetulnya cukup dua butir telur setiap hari, itu sudah cukup untuk mencegah stunting,” ujar Agus.

Dinas Kesehatan sendiri me­miliki program pemberi­an susu dan telur selama tiga bulan berturut-turut, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sasarannya ibu hamil dan balita.

”Kabupaten Majalengka berada di urutan ke-15 di Provinsi Jawa Barat untuk penderita stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Cecep Sur­yana, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, me­nga­takan bahwa masa depan anak harus dipersiapkan da­lam konteks syariah dan kon­sep modern agar menghasil­kan generasi yang berkualitas.

”Anak yang stunting tentu akan bermasalah dalam pertumbuhannya. Tentu hal ini harus diantisipasi dan dipersiapkan sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ICMI Orda Majalengka Diding Bajuri mengatakan, hasil se­mi­nar tersebut akan disampai­kan kepada pemerintah daerah, untuk menjadi masukan supaya menjadi kebijakan stra­tegis dalam rencana pem­bangunan jangka me­ne­ngah daerah (RPJMD).

”Masalah stunting ini termasuk masalah penting untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kabupaten Majalengka,” ujarnya.***

Posting Komentar untuk "Kadinkes Majalengka soroti pentingnya protein untuk cegah stunting sejak dalam kandungan"